- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
Bahas Aspirasi Pekerja hingga Peran Kampus, Ratas Kabinet Merah Putih Perkuat Kebijakan Pro-Rakyat
.jpg)
Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (02/05/2026).
BERNUSA.COM, Jawa Barat — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (02/05/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan berbagai isu strategis nasional yang menjadi perhatian pemerintah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan memastikan arah kebijakan pemerintah tetap selaras dengan dinamika nasional yang berkembang.
“Pertemuan ini membahas secara mendalam perkembangan berbagai isu strategis nasional guna memastikan arah kebijakan pemerintah,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Baca Lainnya :
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap aspirasi yang disampaikan oleh serikat pekerja dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain isu ketenagakerjaan, sektor pendidikan turut menjadi fokus pembahasan, khususnya terkait optimalisasi peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurut Teddy, pemerintah mendorong agar perguruan tinggi, terutama fakultas teknik, dapat terlibat langsung dalam pembangunan di wilayah masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan pembangunan nasional.
“Terkait pendidikan meliputi pemanfaatan peran perguruan tinggi di tanah air untuk turut serta langsung membangun daerahnya terutama melalui pemanfaatan fakultas teknik,” jelasnya.
Melalui rapat terbatas ini, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, mulai dari perlindungan sosial, peningkatan kualitas pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Pemerintah terus berkomitmen untuk menghadirkan kebijakan yang melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tegas Teddy.
Rapat ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan nasional tetap adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
