Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh

By Goenk1975 25 Okt 2026, 13:33:48 WIB Politik
Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh

Keterangan Gambar : Ilhamsyah, Ketua Umum KPBI


Bernusa.com. JAKARTA — Indonesia Emas 2045 tidak boleh berhenti menjadi slogan pembangunan. Arah ekonomi politik nasional harus mampu menjawab persoalan ketimpangan, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memastikan kesejahteraan benar-benar dirasakan rakyat, termasuk kaum buruh.

Pesan tersebut menjadi gagasan utama dalam sambutan Ilhamsyah, Komisaris Independen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sekaligus Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Jaringan Nasional Indonesia (Jarnasindo) di Hotel Oakwood, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (25/10/2026).

Rakernas yang mengusung tema “Quo Vadis Ekonomi Politik Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” itu mengangkat pertanyaan mendasar tentang arah pembangunan Indonesia dan siapa yang sesungguhnya menikmati hasil pertumbuhan ekonomi.

Baca Lainnya :

“Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi. Yang lebih penting adalah apakah pembangunan itu mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memberikan kehidupan yang layak bagi kaum buruh, dan mengurangi ketimpangan sosial,” demikian rumusan kutipan yang diusulkan untuk dikonfirmasi kepada Ilhamsyah.

Sebagai Ketua Umum KPBI, Ilhamsyah juga memiliki perspektif gerakan buruh dalam melihat arah kebijakan ekonomi nasional. Dalam kerangka tersebut, pembangunan ekonomi perlu ditempatkan dalam hubungan yang erat dengan perlindungan hak pekerja, kepastian kerja, upah yang layak, dan distribusi hasil pembangunan yang lebih adil.

Rakernas I Jarnasindo menjadi forum untuk membahas tantangan ekonomi politik nasional sekaligus mendorong kolaborasi berbagai elemen bangsa dalam merumuskan arah kebijakan menuju 2045.

Bagi Indonesia, tantangan menuju satu abad kemerdekaan bukan semata-mata mengejar status sebagai negara maju. Tantangan yang lebih mendasar adalah memastikan kemajuan ekonomi berjalan seiring dengan keadilan sosial, kemandirian nasional, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan agar cita-cita Indonesia Emas 2045 diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.