- FSPMKI dukung pemogokan dokter Spesialis di Belu NTT : Bupati Belu jangan Baper !
- Mendag Busan Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Gresik: Perkuat Ekonomi Rakyat Berbasis Wisata dan Budaya
- PRSI Audiensi dengan BRIN, Perkuat Arah dan Kolaborasi Nasional
- Robotika untuk Negeri Hadir di Padang, Cetak Generasi Inovator dari MAN 1 Kota Padang
- Pengamat Sebut Posisi AS dan Israel Terdesak, Iran Pegang Kendali di Selat Hormuz.
- Terungkap! Kisah Perselingkuhan Suami dalam, Dalam Sujudku, Istri Pilih Bersujud di Tengah Luka
- Ketergantungan Impor Picu Krisis Plastik, Pemerintah Dorong Bioplastik Lokal
- Langkah Nyata Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Mimika
- Perang Timur Tengah dan Perebutan Energi Dunia
- Kowapta Soroti Kinerja Jakpro: Ambisi Besar Dinilai Tak Sejalan dengan Akuntabilitas
Caritas Indonesia: Wilayah Pascabencana Sumatera Rawan Perdagangan Orang dan Migrasi Ilegal

Keterangan Gambar : Poto ilustrasi
BERNUSA.COM, Jakarta, — Caritas Indonesia (KARINA KWI) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya risiko perdagangan orang dan migrasi tidak aman di wilayah pascabencana hidrometeorologi di Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Caritas menilai kondisi pascabencana menciptakan kerentanan serius akibat hilangnya tempat tinggal, mata pencaharian, anggota keluarga, serta dokumen penting warga. Situasi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan orang yang menyasar korban dengan modus tawaran pekerjaan, bantuan finansial, relokasi, hingga adopsi anak.
Baca Lainnya :
- Arahan Presiden Prabowo, Kementerian UMKM Bangun Klinik UMKM Bangkit0
- BNI Perkuat Aksi Kemanusiaan BUMN Peduli di Sumut, Sumbar, dan Aceh0
- BNI Bergerak Cepat, Dukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh0
- Sumbar Dilanda Bencana, Kementan Gerak Cepat Salurkan Bantuan dan Siapkan Rehabilitasi Pertanian0
- Polri Gerak Cepat Hidupkan Jaringan Internet di Daerah Bencana0
Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, menegaskan bahwa seluruh lokasi pengungsian dan wilayah pemulihan harus mendapat pengawasan ketat dari negara dan masyarakat sipil agar tidak dimasuki pihak tidak bertanggung jawab. Pengalaman bencana sebelumnya menunjukkan kelengahan di fase pascabencana kerap berujung meningkatnya kasus perdagangan orang.
Sebagai langkah pencegahan, Caritas Indonesia mendorong sosialisasi masif tentang bahaya perdagangan orang, penguatan peran Gugus Tugas TPPO di daerah terdampak, serta kerja sama lintas sektor.
Caritas juga membuka hotline pelaporan dugaan perdagangan orang melalui WhatsApp 0811-9996-728 dan email migran@karina.or.id.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)


.jpg)