- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
- Perkuat Persatuan Umat, FORMULA Bogor Bahas Isu Strategis Keumatan
JMSI Tegaskan Peran Media Daerah Kawal Implementasi Ekonomi Biru Indonesia

Keterangan Gambar : Dialoq JMSI di Kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Sahid Sudirman Residence, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Bernusa.com, JAKARTA – Potensi ekonomi biru Indonesia yang besar hingga kini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, terutama di wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan perbatasan. Kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di daerah masih menjadi tantangan utama dalam menjadikan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menjembatani persoalan tersebut, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Beyond Borders Indonesia, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Dialog Strategis Nasional bertajuk “Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah”.
Kegiatan ini berlangsung di Kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Sahid Sudirman Residence, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Baca Lainnya :
Dialog strategis ini menghadirkan diskusi lintas sektor yang melibatkan pakar kebijakan publik, teknologi perikanan, komunikasi, hingga geopolitik. Forum tersebut membahas peran ekonomi biru sebagai motor pembangunan berkelanjutan yang mampu memperkuat ekonomi wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, dan kawasan perbatasan Indonesia.
Sejumlah narasumber nasional hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, Prof. Dr. Martani Huseini selaku Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia dan mantan Direktur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Maman Hermawan dari Politeknik AUP Jakarta, serta Dr. Teguh Santosa, pakar hubungan internasional dan geopolitik sekaligus Ketua Umum JMSI Pusat.
Ketua Umum JMSI Pusat Dr. Teguh Santosa menegaskan bahwa dialog ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perspektif daerah dengan arah kebijakan nasional.
Menurutnya, pembangunan ekonomi biru harus berangkat dari realitas di daerah, terutama wilayah pesisir dan perbatasan yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam narasi pembangunan nasional.
“JMSI memandang media daerah sebagai aktor strategis yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menguatkan narasi pembangunan berbasis daerah. Media daerah memiliki peran penting dalam menghubungkan kebijakan nasional dengan realitas lokal,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, JMSI berkomitmen mengawal implementasi ekonomi biru di daerah melalui penguatan narasi media lokal, distribusi konten lintas provinsi, serta penjagaan standar etika dan profesionalisme pers.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun memaparkan potensi daerahnya sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Indonesia bagian timur. Kabupaten Maluku Tenggara dikenal dengan gugusan pulau alami, pantai berpasir putih, serta perairan laut yang jernih dan masih terjaga.
Menurutnya, Langgur sebagai ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara memiliki peran strategis sebagai pintu masuk menuju Kepulauan Kei. Selain menjadi simpul transportasi dan logistik, Langgur juga mencerminkan nilai sosial masyarakat Kei yang berlandaskan prinsip Ain ni Ain atau “kita semua bersaudara”.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Victor E. Budhi Toffi menambahkan bahwa tren kunjungan wisatawan ke Kepulauan Kei sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan signifikan, dengan puncak kunjungan terjadi pada Juli hingga Oktober.
Beberapa destinasi favorit wisatawan antara lain Air Terjun Soindrat, Bukit Indah Bombay, Pantai Ngursarnadan, dan Pantai Ngurtavur.
Dialog Strategis Nasional ini terbuka bagi masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Melalui forum ini, JMSI menegaskan komitmennya memperkuat peran media daerah sebagai jembatan antara kebijakan nasional dan implementasi ekonomi biru di daerah.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)
.jpg)

