- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
FGD Indeks Ketahanan Daerah 2026 Jadi Wadah Validasi Data Ketahanan Daerah

Keterangan Gambar : Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026
BERNUSA.COM: Muara Teweh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muara Teweh, Rabu (03/06/2026).
Ketua pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Barito Utara, Arsenuis Purwanto, SE, MM, mengatakan bahwa upaya pencegahan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sebagai langkah strategis dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana.
Menurut Arsenuis, pelaksanaan FGD bertujuan menjadi wadah koordinasi untuk mengumpulkan, memverifikasi, dan memvalidasi data pendukung secara objektif dalam rangka mengukur kapasitas ketahanan daerah.
Baca Lainnya :
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghimpun dokumen capaian indikator serta meningkatkan kapasitas daerah guna menekan Indeks Risiko Bencana (IRB) di Kabupaten Barito Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil perhitungan IKD nantinya menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan FGD tersebut diikuti oleh sejumlah perangkat daerah, instansi terkait, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Barito Utara.
Sebagai narasumber, BPBD menghadirkan tim dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang memberikan pemaparan terkait indikator, mekanisme penilaian, serta evaluasi ketahanan daerah dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antarinstansi dalam meningkatkan ketahanan daerah dan mewujudkan Kabupaten Barito Utara yang lebih tangguh terhadap bencana.(rlf).
_-_Copy.png)









_(1).png)
