- Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia
- Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug, Wujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang
- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
Kemenkop Gandeng KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
BERNUSA.COM, Jakarta — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjalin kolaborasi dengan Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) guna mengakselerasi pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara. Langkah strategis ini diarahkan untuk memperkuat berbagai komoditas lokal dan potensi pariwisata daerah berbasis wadah koperasi.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan hal tersebut usai menerima audiensi dari Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung beserta jajaran pengurus dan Koperasi Pemasaran KMDT Sejahtera di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (1/10).
Dalam pertemuan tersebut, Menkop Ferry menerima penganugerahan kain ulos serta menyatakan kesediaannya untuk menjadi Ketua Dewan Penasihat KMDT. "Ini akan menjadi perjuangan bersama Kementerian Koperasi dengan KMDT, khususnya untuk pengembangan koperasi dan masyarakat di Danau Toba. Ruang lingkup kegiatannya adalah menjadikan produk hasil masyarakat sekitar, seperti kopi, kacang, hingga kerajinan tenun ulos dan kuliner, berbasis pada koperasi," ujar Menkop.
Baca Lainnya :
- Joumpa Kini Bisa Dipesan di wondr by BNI, Perjalanan Nasabah Jadi Lebih Praktis0
- BRILiaN Culture Festival BO Mangga Dua, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja0
- Pasien Sulit Ruang Rawat, Rekan Indonesia Sumut Tanyakan Transparansi Data Murni Teguh0
- BNI Dukung Perajin Batik Naik Kelas, Perluas Akses Pasar hingga Global0
- Perkuat Budaya Kerja, BO Krekot Gelar BRILiaN Culture Festival Bersama Seluruh Pekerja0
Turut hadir mendampingi Menkop dalam audiensi tersebut adalah Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus.
Menkop menegaskan keberadaan badan usaha berbentuk koperasi penting agar kegiatan ekonomi warga di desa-desa dapat didampingi, diinkubasi, hingga dibiayai melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Lebih lanjut, model pengembangan ekonomi berbasis koperasi di Danau Toba ini diproyeksikan menjadi contoh (role model) bagi wilayah danau-danau lain di Indonesia.
"Tadi dari hasil diskusi, kami menargetkan dalam satu atau dua tahun ke depan dapat menyelenggarakan kembali Festival Danau Toba," kata Ferry.
Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung menjelaskan sejumlah program prioritas KMDT mencakup dorongan pariwisata berkelas dunia, pengembangan SDM unggul melalui masuknya koperasi ke lingkungan kampus, hingga optimalisasi keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di daerah.
"Program kami fokus pada pariwisata dan pencetakan SDM unggul melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, seperti yang telah kami lakukan di Universitas HKBP Nommensen dan Universitas Sumatera Utara (USU). Pada tanggal 6 Oktober nanti, rangkaian kegiatan juga diisi dengan kuliah umum di Universitas Sisingamangaraja serta peninjauan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Toba," ungkap Edison.
Edison menambahkan, berbagai produk unggulan lokal seperti kopi, kacang sihobuk, hingga tipa-tipa akan mendapat pendampingan dan pelatihan berkala dari Kemenkop agar para pelaku UMKM lokal yang tergabung dalam jaringan KMDT dapat terus berkembang.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
