Maulid Nabi di Musala Nurul Jami Dipadati Jamaah, Pesan Akhlak dan Lindungi Anak dari Bahaya Gadget Menggema

By Achmad Soleh 16 Nov 2025, 02:03:03 WIB Hikmah
Maulid Nabi di Musala Nurul Jami Dipadati Jamaah, Pesan Akhlak dan Lindungi Anak dari Bahaya Gadget Menggema

Keterangan Gambar : Acara peringatan maulid nabi Muhammad Saw di Musala Nurul Jami, kp.Serab Depok


BERNUSA.COM,      , Serab Depok, — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Nurul Jami, Kampung Serab, Sukmajaya, Depok berlangsung khidmat dan penuh makna pada Sabtu malam (15/11). Ribuan cahaya selawat bergema saat Habib Abdul Rachman bin Syeikh Al Jupri menyampaikan hikmah Maulid bertema “Bergembira dengan Kedatangan Sang Cahaya Penebar Rahmat.”

Dalam tausiyahnya, Habib Abdul Rachman menegaskan bahwa akhlak Nabi Muhammad SAW adalah pedoman sempurna bagi umat dalam membangun kehidupan yang berkeadaban, baik dalam hubungan antar manusia maupun dalam ketaatan kepada Allah SWT.

 “Akhlak Rasulullah adalah teladan utama. Jika kita mengikuti jejak beliau—jujur, amanah, sabar, dan penuh kasih—insya Allah kita mendapat syafaat dan limpahan berkah dari Allah SWT,” ujarnya.

Baca Lainnya :

Ia juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah menjadi pintu masuk bagi keselamatan umat. “Kalau kita mencintai Rasulullah lebih dari mencintai yang lain, insya Allah kita masuk surga,” tuturnya.

Habib Abdul Rachman turut menyampaikan keutamaan bagi perempuan yang menjaga salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan taat kepada suami. “Dikatakan pada hari kiamat, kepada wanita yang seperti itu: masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kau inginkan,” ujarnya.

Acara Maulid ini dihadiri sejumlah ulama dan habaib, di antaranya Habib Hamid Alaydrus, Habib Soleh Alaydrus, KH Sofyan Syamsudin, Kyai Fauzi, Kyai Solihin, KH Moh Yunus, serta para ustadz dan tokoh masyarakat. Ratusan jamaah memadati halaman musala hingga ke jalan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Habib Abdul Rachman juga mengajak umat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat keimanan dan menumbuhkan kembali nilai-nilai Islam yang damai dan penuh rahmat. Ia mengingatkan agar para orang tua lebih ketat mengawasi anak dalam penggunaan ponsel.



 “Banyak anak sekarang tidak terkontrol bermain game, lalu terjerumus ke judi online. Saat tidak punya uang, mereka lari ke pinjol. Sekarang itu gampang, tinggal pakai KTP dan nomor HP. Tidak sedikit rumah tangga hancur gara-gara pinjol dan judol,” tegasnya.

Sebelum menutup tausiyah, Habib Abdul Rachman berdoa agar peringatan Maulid ini menjadi wasilah bagi umat untuk menjadi hamba yang bertakwa dan selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Acara ditutup dengan doa bersama, meninggalkan suasana hangat dan syahdu, seolah menguatkan kembali bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW akan selalu menjadi cahaya bagi setiap generasi.(AS/BN).