Penggerebekan Pesantren Putri Disorot, Pemuda Formula dan PBM Beri Polri Tenggat 3x24 Jam

By Achmad Soleh 02 Nov 2026, 19:21:16 WIB Peristiwa
Penggerebekan Pesantren Putri Disorot, Pemuda Formula dan PBM Beri Polri Tenggat 3x24 Jam

Keterangan Gambar : Foto ilustrasi


BERNUSA.COM, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Formula (Forum Ulama dan Aktivis Islam) mengecam dugaan tindakan penggerebekan Pondok Pesantren Putri oleh oknum aparat kepolisian yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum.


Dalam pernyataan sikap yang disampaikan di Jakarta, Senin (2/11/2026), Pemuda Formula menyoroti dugaan penggerebekan yang disebut dilakukan tanpa surat tugas yang jelas, tanpa pemberitahuan kepada pengasuh pondok pesantren, serta tidak melibatkan Polisi Wanita (Polwan).

Baca Lainnya :


Ketua Umum DPP Pemuda Formula, Dr. Chairul Hakim, M.M., M.A.I.S., menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap mengedepankan aturan perundang-undangan, standar operasional prosedur (SOP) kepolisian, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).


Menurutnya, lingkungan pesantren, khususnya pondok pesantren putri, memiliki norma dan sensitivitas tersendiri yang harus dihormati oleh aparat penegak hukum.


Pemuda Formula juga mengkhawatirkan dampak psikologis terhadap para santriwati. Tindakan yang tidak mengedepankan pendekatan tepat di lingkungan pendidikan pesantren dinilai berpotensi menimbulkan ketakutan hingga trauma bagi para santri.


Atas persoalan tersebut, DPP Pemuda Formula meminta Kapolri memeriksa anggota yang diduga terlibat dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai prosedur penggerebekan tersebut.


Mereka juga mendesak Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), serta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran prosedur maupun kode etik.


Selain itu, Pemuda Formula meminta agar para santriwati yang terdampak mendapatkan perlindungan dan pemulihan psikologis apabila diperlukan.


Dukungan terhadap tuntutan klarifikasi tersebut juga disampaikan Aditya Damar Wijaya atau Gus Radit selaku Panglima Pasukan Berani Mati (PBM).


Ia menyatakan dukungan terhadap upaya memperjuangkan kebenaran serta membela institusi pesantren dan menjaga kehormatan para santri.


Bersama Dewan Kehormatan PBM, Mayjen Tatang, Gus Radit mendesak Polri segera memberikan klarifikasi terkait dugaan penggerebekan pondok pesantren tersebut.


Sementara itu, DPP Pemuda Formula mengimbau seluruh pondok pesantren di Indonesia agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mengutamakan jalur hukum dalam menyikapi persoalan tersebut.


Organisasi itu menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan sekaligus mitra strategis dalam membangun moral bangsa sehingga perlu mendapatkan penghormatan dan perlindungan.


Sebagai bentuk keseriusan, DPP Pemuda Formula memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada pihak kepolisian untuk menyampaikan klarifikasi, permintaan maaf resmi, serta mengambil tindakan terhadap anggota yang diduga terlibat.


Apabila tidak mendapat tanggapan, Pemuda Formula bersama jaringan Advokat Muda menyatakan akan menggelar aksi damai dan menyampaikan laporan resmi ke Mabes Polri serta Kompolnas.


Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Ketua Umum sekaligus Juru Bicara DPP Pemuda Formula, Dr. Chairul Hakim, M.M., M.A.I.S., dan Sekretaris Jenderal St. Seno Yunanda, A.Md., S.M.




### Deskripsi / Meta Description


DPP Pemuda Formula dan Pasukan Berani Mati (PBM) mendesak Polri memberikan klarifikasi terkait dugaan penggerebekan Pondok Pesantren Putri yang dinilai tidak sesuai prosedur hukum.


### Kata kunci SEO


Pemuda Formula, penggerebekan pesantren putri, Polri, Kapolri, Gus Radit, Pasukan Berani Mati, PBM, perlindungan santri, Kompolnas, Komnas HAM, Propam Polri.(AS/BN).