Terkini
- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
Rembuk RT RW 02 Tirtajaya Depok Bahas Dana Hibah Rp300 Juta, Ini 11 Usulan Prioritas 2026

Keterangan Gambar : Rembug RT RW 02 bahas program kerja 2026
BERNUSA.COM, Depok, – Rembuk RT di lingkungan RW 02, Kelurahan Tirtajaya, Kota Depok, membahas pemanfaatan dana hibah sebesar Rp300 juta per RW untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah usulan pembangunan fisik dan program pemberdayaan masyarakat.
Ketua RW 02 Tirtajaya, Widodo, menjelaskan bahwa rembuk RT yang digelar pada Selasa (30/12/2025) bertujuan menyelaraskan rencana kerja para pengurus RT agar alokasi dana hibah benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.
“Beberapa RT sudah menyusun rencana untuk 2026, namun perlu kita selaraskan bersama mana yang paling prioritas agar dana ini dimanfaatkan secara optimal,” ujar Widodo.
Widodo menegaskan, dana hibah sebesar Rp300 juta tidak akan dicairkan sekaligus, melainkan dibagi ke dalam tiga tahap atau termin sesuai dengan program kegiatan yang telah disepakati. “Dana tersebut tidak langsung dicairkan Rp300 juta ke RW, tetapi dicairkan sesuai program yang terbagi dalam tiga termin,” paparnya.
Dalam forum rembuk tersebut, para pengurus RT menyampaikan sedikitnya 11 usulan kegiatan yang direncanakan untuk tahun 2026, meliputi:
1. Pengadaan motor gerobak
2. Alat penunjang keamanan (CCTV)
3. Pengadaan alat olahraga (tenis meja)
4. Pengadaan sound system
5. Pemasangan cermin cembung lalu lintas
6. Rehabilitasi Posyandu
7. Operasional Posyandu
8. Pelacakan balita yang tidak datang ke Posyandu
9. Pelacakan anak putus sekolah
10. Kegiatan kreativitas kepemudaan
11. Wisata keberagaman
Sekretaris RW 02, Teguh, menambahkan bahwa seluruh rencana usulan tersebut akan disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok. “Dari semua usulan, ada beberapa yang diprioritaskan untuk termin pertama, seperti motor gerobak pengangkutan sampah, CCTV, cermin cembung lalu lintas, serta kegiatan kreativitas kepemudaan. Sisanya akan diusulkan pada termin kedua atau ketiga,” jelas Teguh.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan program masih menunggu hasil Musrenbang dan arahan resmi dari Bappeda Kota Depok.
“Hasil musyawarah ini merupakan kesepakatan bersama para pengurus RT. Jika masih ada usulan yang belum terakomodir, dapat diajukan kembali pada perencanaan kegiatan berikutnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, total anggaran yang dikelola RW melalui dana Musrenbang tahun anggaran 2026 sebesar Rp300 juta untuk setiap RW. Anggaran tersebut berada di luar insentif RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (AS/BN)
_-_Copy.png)









_(1).png)
