- Wakapolri: Kepercayaan Publik Adalah Kekuatan Polri di Tengah Tantangan Global
- Baznas Bazis Jakarta Timur Serahkan Rumah Layak Huni bagi Keluarga Penerima Manfaat di Makasar
- FPPJ: Yakini Gubernur DKI Jakarta Tidak Cawe-Cawe dalam Mubes The Jakmania
- Tutup Event KONI Cup 2026, WBFC U18 Sabet Piala Bergilir Dan Piala Tetap
- PB. Formula Hadiri Mudzakaroh Hukum Nasional MUI Pusat
- Antisipasi Krisis Iklim: PDI Perjuangan Instruksikan Tiga Pilar Partai Amankan Pasokan Air dan Pangan
- Industri Perkapalan Siap Dukung B50, Iperindo Minta Pemerintah Beri Subsidi
- Terjepit Harga Ayam Murah dan Pakan Mahal, Peternak Rakyat Terancam Gulung Tikar
- Membaca PSN : Tol Desari dan Politik Penggusuran
- Rian Bakal Calon Ketum TheJak: Saatnya Manajemen Lebih Terbuka, TheJak Milik Kita Bersama Bukan Segelintir Orang
Wakapolri: Kepercayaan Publik Adalah Kekuatan Polri di Tengah Tantangan Global

Keterangan Gambar : Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
BERNUSA.COM, Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa sebanyak 418 lulusan pendidikan kepemimpinan Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah tantangan global, percepatan transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-35, Sespimmen Polri Dikreg Ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan Ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan Ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7/2026).
Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan, terdiri atas 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Para lulusan diharapkan menjadi calon pemimpin yang profesional, adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Baca Lainnya :
"Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas," ujar Wakapolri.
Dalam amanatnya, Wakapolri mengingatkan bahwa kondisi global masih diwarnai konflik geopolitik, persaingan antarnegara, serta berbagai krisis yang berdampak pada sektor energi, pangan, logistik, dan perekonomian dunia. Menurutnya, situasi tersebut menuntut Polri untuk terus menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Ia menegaskan, Polri memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain tantangan geopolitik, Wakapolri juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang melahirkan berbagai bentuk ancaman baru, seperti kejahatan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) oleh pelaku kejahatan.
Karena itu, seluruh lulusan diminta meningkatkan kemampuan di bidang teknologi melalui penguasaan AI, analisis data, serta Open Source Intelligence (OSINT) agar mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data.
"Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mampu mengelola setiap dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada penyelesaian masalah," tegasnya.
Wakapolri juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme terus berkembang, terutama melalui ruang digital yang menyasar generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa sepanjang 2023 hingga 2026, Polri telah melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris serta berhasil mempertahankan zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.
Meski demikian, seluruh jajaran diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap radikalisme digital dan fenomena Nihilistic Violent Extremism melalui penguatan deteksi dini, kontra narasi, deradikalisasi, dan pengawasan ruang siber bersama seluruh pemangku kepentingan.
Mengutip pesan Presiden RI pada Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menegaskan bahwa kekuatan Polri bertumpu pada kepercayaan masyarakat. Hal itu diperkuat hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan 82,4 persen masyarakat optimistis kinerja Polri akan semakin baik.
"Setiap tindakan dan keputusan saudara mencerminkan kehormatan institusi. Pegang teguh integritas, junjung tinggi profesionalisme, serta berikan pelayanan yang humanis agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama diraih Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H., Sanyata Sumanasa Wira Utama Madya diraih Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. dan Kompol Dr. Jonathan Hasudungan, S.H., M.H., sedangkan Sanyata Sumanasa Wira Pratama diberikan kepada AKP Riza Ariwibowo, S.H., M.M.
Menutup amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh lulusan memanfaatkan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan untuk memperkuat institusi, meningkatkan sinergi, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menghadapi tantangan masa depan.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

