Wapres Gibran Dorong Santri Jadi Ahli Robotika dan Artificial Intelligence
Wapres ajak santri menyeimbangkan ilmu agama dan teknologi demi menjawab tantangan zaman

By Barra Muhammad 05 Nov 2025, 06:20:37 WIB Robotika
Wapres Gibran Dorong Santri Jadi Ahli Robotika dan Artificial Intelligence

Keterangan Gambar : Wapres Gibran memberikan sambutan dalam acara pelantikan PW GP Ansor Jawa Tengah di Semarang, menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan robotika bagi generasi santri.


Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam akhlak dan ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang teknologi masa depan seperti artificial intelligence (AI), blockchain, robotika, dan bioteknologi.
Pesan itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah periode 2025–2029. Acara tersebut disiarkan melalui kanal YouTube GP Ansor Jawa Tengah pada Selasa (4/11/2025).

"Di semua pesantren saya sampaikan, yang namanya santri, anak-anak muda, Ansor, ya ini akhlaknya pasti baik, ngajinya baik. Tapi juga harus diimbangi dengan ilmu-ilmu yang bisa menjawab tantangan zaman. Kita ingin mencetak santri-santri ahli blockchain, ahli artificial intelligence, ahli robotik, ahli bioteknologi," ujar Gibran.
Ia berharap agar para santri dan alumni pesantren dapat mengambil peran penting dalam pembangunan nasional, termasuk menjadi bagian dari pemerintahan di masa mendatang.

"Kita pengen nanti lebih banyak lagi santri-santri atau alumni pondok yang masuk kabinet juga mewarnai kabinet Pak Presiden," lanjutnya.

Dalam pidatonya, Gibran juga menyampaikan kabar baik bagi dunia pesantren. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama, sebagai wujud perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan pesantren di Indonesia.

"Kebetulan minggu lalu, pada saat saya di Pondok Pesantren Buntet, sudah saya sampaikan pada Hari Santri, bahwa Pak Presiden sudah setuju dengan pembentukan Ditjen Pesantren. Ini atas usulan para kiai, dikawal dan dikaji para kiai, para pemilik pondok, pengasuh pondok, dan sekarang sudah ada Ditjen-nya," ungkapnya.

Gibran menjelaskan bahwa Ditjen Pesantren akan menjadi lembaga yang fokus mengelola tata kelola pesantren, memperkuat kemandirian ekonomi, serta menyalurkan program bantuan pemerintah bagi pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Selain berbicara tentang dunia pesantren, Gibran juga menyinggung tantangan global yang kini dihadapi Indonesia, seperti ancaman resesi, perang dagang dan tarif, serta perubahan iklim.

"Bapak ibu, sekarang tantangannya luar biasa sekali. Ada resesi global, perang dagang, perang tarif, perubahan iklim. Tapi saya yakin dengan doa para kiai, para gus-gus, teman-teman GP Ansor, kita bisa melalui itu semua," kata Gibran.

Ia menambahkan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk mencapai visi pembangunan nasional. Organisasi seperti GP Ansor, menurutnya, memiliki peran penting karena berakar kuat di masyarakat dan diisi oleh generasi muda yang bersemangat.

"Pemerintah butuh mitra yang mengakar kuat di masyarakat, butuh anak-anak muda yang punya semangat kemajuan, dan di sinilah peran GP Ansor. Karena sudah terbukti sebagai organisasi anak muda yang memegang teguh nilai keislaman dan kebangsaan," pungkas Gibran.