- Gus Nuril Serahkan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit, Simbol Estafet Kepemimpinan PBM
- FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital
- Kementerian PU Bersama PTPP Tangani 31 Titik Longsoran di Sumatera Utara, Progres Lampaui Target
- BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin, Perkuat Keimanan dan Silaturahmi Pekerja
- Kredit BNI Tembus Rp992,5 Triliun, Pengguna wondr by BNI Capai 16,6 Juta
- BRI BO Wonosari Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan bagi Nasabah Pensiunan
- Presscon Tomohon Jazz Festival 2026
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis
- Rizky Ridho Kritik Rumput JIS: Sulit Kejar Target Juara
- Rekan Indonesia: Isu BPJS Diganti Klinik Kopdes Tidak Benar
15 Meninggal, 88 Luka-Luka. Pejabat Cuma Bilang Evaluasi

Keterangan Gambar : Ilustrasi Update Terakhir Tabrakan Kereta Di Stasiun Bekasi Timur
Bekasi — Tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur belum benar-benar selesai, meski proses evakuasi telah dinyatakan rampung. Hingga Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya masih berjuang pulih di rumah sakit.
Benturan antara kereta komuter dan kereta jarak jauh pada Senin malam itu menyisakan kerusakan parah, terutama di bagian gerbong belakang KRL. Di titik itulah banyak penumpang terjebak, membuat proses evakuasi berjalan dramatis dan memakan waktu berjam-jam.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, memastikan seluruh korban meninggal yang berhasil dievakuasi merupakan perempuan. Ia juga menyebut operasi pencarian dan penyelamatan telah ditutup pada Selasa pagi.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Jakarta Pusat Gerak Cepat, Takziah ke Rumah Duka Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur0
- Gara-Gara Taksi Serobot Palang Pintu Kereta !! 7 Orang Tewas0
- Tabrakan Kereta Di Stasiun Bekasi Timur0
- FPPJ Dukung Optimalisasi Peran BUMD DKI, Evaluasi PSO Berbasis Dampak0
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama0
“Seratus persen yang kami evakuasi perempuan… operasi SAR selesai pagi tadi.”
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas utama.
“Kami memastikan seluruh korban mendapat perawatan terbaik.”
Pernyataan itu terdengar rapi, seperti prosedur yang berjalan sebagaimana mestinya. Namun di balik kalimat-kalimat resmi, ada fakta yang lebih sunyi: sebagian besar korban berada di gerbong yang paling terdampak, dan banyak di antaranya tidak sempat menyelamatkan diri.
Data sementara mencatat lebih dari 80 orang mengalami luka-luka. Sebagian dirawat dengan kondisi serius, sementara proses identifikasi korban meninggal masih terus berlangsung.
Di titik ini, tragedi bukan lagi sekadar soal angka. Ia berubah menjadi pertanyaan yang menggantung di udara, tentang sistem, tentang pengawasan, dan tentang seberapa sering kata “evaluasi” datang terlambat. Rel kembali sunyi, kereta mungkin akan kembali berjalan, tapi bagi sebagian keluarga, perjalanan sudah berhenti di Bekasi Timur.
_-_Copy.png)









_(1).png)
