- Azteca Membisu! Inggris Datang Kalahkan Meksiko
- Ragnarok di MetLife: Haaland Mengantar Brasil Pulang, Norwegia Menulis Sejarah!
- Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Akankah Kejutan Kembali Terjadi?
- Yang Dibeli Bukan Sekadar Hak Siar, Tapi Pemerataan Akses bagi Seluruh Rakyat Indonesia
- GMNI DKI Tuntut Kemenhan-TNI: Jangan Lindungi Kolonel Koruptor!
- Front One And Azana Syle Hotel Madura Raih Sertifikat Halal, Perkuat Komitmen Industri Perhotelan Ramah Wisatawan
- Wakapolri: Kepercayaan Publik Adalah Kekuatan Polri di Tengah Tantangan Global
- Baznas Bazis Jakarta Timur Serahkan Rumah Layak Huni bagi Keluarga Penerima Manfaat di Makasar
- FPPJ: Yakini Gubernur DKI Jakarta Tidak Cawe-Cawe dalam Mubes The Jakmania
- Tutup Event KONI Cup 2026, WBFC U18 Sabet Piala Bergilir Dan Piala Tetap
Azteca Membisu! Inggris Datang Kalahkan Meksiko

Keterangan Gambar : Meksiko lawan Inggris.
Bernusa.com. JAKARTA— Senin pagi pukul 08.00 WIB, ketika sebagian orang Indonesia masih sibuk menyeruput kopi dan mencari gorengan terakhir di meja, Estadio Azteca justru sedang berguncang. Tuan rumah Meksiko datang dengan modal dukungan puluhan ribu suporter yang yakin El Tri bakal melaju ke perempat final. Sayangnya, sepak bola tidak mengenal sopan santun terhadap tuan rumah. Inggris datang, menang 3-2, lalu pamit sambil membawa tiket delapan besar.
Awalnya semua berjalan sesuai naskah Meksiko. Mereka menekan sejak menit pertama. Raúl Jiménez berkali-kali menguji refleks Jordan Pickford, sementara Inggris lebih banyak dipaksa bertahan. Pendukung tuan rumah mulai percaya bahwa gol tinggal menunggu waktu. Sayangnya, sepak bola kadang lebih suka menulis plot twist daripada mengikuti ekspektasi penonton.
Menit ke-36, Jude Bellingham menyundul umpan Bukayo Saka dan... Azteca mendadak sunyi. Belum sempat penonton selesai menghela napas, dua menit kemudian Bellingham datang lagi. Kali ini memanfaatkan umpan Harry Kane untuk mengubah skor menjadi 2-0. Dalam hitungan sekitar 120 detik, Inggris sukses mengubah stadion yang tadinya seperti konser menjadi perpustakaan.
Baca Lainnya :
- Ragnarok di MetLife: Haaland Mengantar Brasil Pulang, Norwegia Menulis Sejarah!0
- Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Akankah Kejutan Kembali Terjadi?0
- Liga Inggris Makin Sengit, Ini Cara Ikut FPL Mansion Sports FC Berhadiah Rp 88 Juta0
Untungnya Meksiko belum menyerah. Menjelang turun minum, Julián Quiñones menyambar bola liar di kotak penalti dan memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Gol itu membuat harapan hidup lagi. Pendukung El Tri kembali bersuara lantang seolah berkata, "Tenang, filmnya belum tamat!"
Babak kedua justru makin gila. Inggris kehilangan Jarrell Quansah yang diganjar kartu merah setelah tinjauan VAR. Bermain dengan sepuluh orang di Azteca? Aroma comeback Meksiko mulai tercium dari jarak puluhan kilometer.
Eh, yang terjadi malah Harry Kane menambah keunggulan lewat titik putih setelah Anthony Gordon dijatuhkan di kotak penalti. Skor berubah menjadi 3-1. Pendukung Meksiko mungkin mulai bertanya-tanya, "Ini yang main sebelas orang siapa sebenarnya?"
Drama belum selesai. Kane kemudian melakukan pelanggaran yang berbuah penalti untuk Meksiko. Raúl Jiménez tidak menyia-nyiakan kesempatan dan mengubah skor menjadi 3-2. Sisa pertandingan berubah menjadi serangan tanpa henti dari El Tri. Inggris bertahan habis-habisan, Pickford jatuh bangun mengamankan gawang, sementara para pemain belakang Three Lions menolak memberi jalan bagi bola untuk lewat. Setelah lebih dari sepuluh menit masa tambahan waktu yang terasa seperti setengah hari bagi pendukung Inggris, peluit panjang akhirnya berbunyi.
Meksiko memang tersingkir, tetapi mereka jatuh sambil memberi perlawanan yang membuat Inggris ngos-ngosan sampai detik terakhir. Sementara bagi Inggris, kemenangan ini menjadi modal besar sebelum menghadapi Norwegia, tim yang sebelumnya membuat Brasil pulang lebih cepat. Kalau Three Lions lengah sedikit saja, bisa-bisa Haaland kembali membuka jasa ekspedisi khusus untuk mengirim favorit juara ke bandara.
Dan untuk para pendukung Meksiko, tidak usah terlalu lama bersedih. Kalian sudah menjadi tuan rumah yang baik: stadion dipinjamkan, atmosfer disiapkan, pertandingan dibuat seru... cuma ada satu kesalahan kecil. Tamu dari Inggris ternyata lupa diajari etika bertamu, jadi pulangnya sekalian membawa tiket perempat final.
_-_Copy.png)







_(1).png)

