- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
Bank Jakarta Bangun Sistem Keamanan Siber untuk Lindungi Data Nasabah dan Dukung Transformasi
.jpg)
Keterangan Gambar : Dok pribadi
BERNUSA.COM, Jakarta– Bank Jakarta menempatkan penguatan keamanan siber (cyber security) sebagai salah satu prioritas utama dalam strategi transformasi digital perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem operasional, infrastruktur digital, serta perlindungan data nasabah tetap mampu menghadapi meningkatnya ancaman serangan siber di industri perbankan.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengatakan transformasi yang dijalankan perseroan tidak hanya bertujuan memperluas layanan dan meningkatkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat fondasi keamanan digital sebagai bagian dari tata kelola perusahaan.
"Ke depan, penguatan terhadap keamanan siber dan berbagai aspek keamanan digital akan menjadi bagian dari langkah yang akan kami jalankan berikutnya," ujar Agus usai bincang-bincang bertajuk Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market dalam Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca Lainnya :
- Bank Jakarta dan BEI Tekankan Transformasi serta Kualitas Hadapi Tantangan Ekonomi0
- Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang0
- Transformasi Layanan Berbuah Prestasi, Bank Jakarta Menang Penghargaan Satisfaction, Loyalty & Engagement 20260
- Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Perkuat Transaksi Global dan City Branding Jakarta0
- Bank Jakarta Dukung Program Sanitasi Ramah Lingkungan Melalui Peresmian Instalasi Biodigester Komunal0
Menurut Agus, Bank Jakarta tengah membangun fungsi dan bidang baru yang secara khusus menangani keamanan digital. Kehadiran unit tersebut diharapkan mampu meningkatkan mitigasi risiko sekaligus memperkuat perlindungan terhadap sistem teknologi informasi perusahaan.
Ia menegaskan, transformasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga memastikan seluruh sistem pendukung, mulai dari transportasi data, identifikasi digital, hingga infrastruktur teknologi, memiliki tingkat keamanan yang semakin baik.
"Jadi tidak sekadar pengembangan bisnis, tetapi juga memastikan kami memiliki bidang yang mampu mengantisipasi berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan keamanan siber," kata Agus.
Penguatan keamanan siber dinilai menjadi kebutuhan mendesak seiring semakin masifnya digitalisasi layanan keuangan. Selain menjaga kelancaran operasional perusahaan, investasi pada sistem keamanan juga menjadi faktor penting dalam melindungi data nasabah serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.
Di sisi lain, Agus menilai fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini masih berada dalam kondisi yang kuat. Pertumbuhan kredit tetap positif, permodalan dan likuiditas terjaga, sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih berada pada level yang relatif rendah.
Namun demikian, ia menilai tantangan industri saat ini bukan lagi terletak pada fundamental bisnis, melainkan perubahan lanskap industri yang berlangsung sangat cepat.
"Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah," ujarnya.
Menurut Agus, beberapa tahun terakhir sektor perbankan dihadapkan pada berbagai dinamika global, mulai dari pandemi Covid-19, konflik geopolitik, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi kondisi ekonomi dan perilaku pasar.
Selain itu, industri juga menghadapi tekanan meningkatnya biaya dana (cost of fund). Agus mengungkapkan bunga deposito dalam lelang dana antarbank bahkan sempat mencapai 11,5 persen, yang menjadi indikator meningkatnya biaya penghimpunan dana bagi industri perbankan.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Bank Jakarta terus menjalankan transformasi secara menyeluruh melalui penguatan model bisnis, percepatan digitalisasi layanan, peningkatan manajemen risiko, pengembangan budaya kerja, hingga optimalisasi sistem keamanan siber sebagai fondasi utama pertumbuhan berkelanjutan di era perbankan digital.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
