- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Bayi Tiga Bulan Dirawat di RSUD Koja, Ayah Tak Bekerja Terhimpit Biaya dan Administrasi

Keterangan Gambar : Ilustrasi Pendampingan Rekan Indonesia
Bernusa.com. JAKARTA — Seorang bayi berusia tiga bulan, Malik Ulil Nuha, tengah menjalani perawatan di RSUD Koja, Jakarta Utara. Di tengah kondisi anaknya yang membutuhkan perawatan, sang ayah justru dihadapkan pada persoalan lain: administrasi kepesertaan jaminan kesehatan dan biaya perawatan yang terus berjalan.
Persoalan itu dilaporkan ayah Malik kepada Relawan Kesehatan Indonesia (REKAN Indonesia) pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Malik disebut belum memiliki BPJS Kesehatan karena terkendala administrasi kependudukan. Sang ibu berdomisili dengan KTP Lampung, sedangkan ayahnya tercatat sebagai warga Jakarta Utara.
Situasi menjadi semakin pelik karena ayah Malik tidak bekerja. Ketika anaknya harus dirawat di rumah sakit, kemampuan keluarga untuk menanggung biaya pengobatan pun sangat terbatas.
Baca Lainnya :
- 442 Ribu Peserta JKN Dinonaktifkan, REKAN Indonesia Desak Bupati Cianjur Cabut SE UHC0
- Bupati Cianjur Di Somasi Rekan Indonesia, Buntut Dihapusnya UHC Cianjur.0
- Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jawa Timur, Rekan Indonesia Minta Dapur SPPG Diawasi Ketat0
- Rekan Indonesia Audiensi dengan Lurah Rawa Buaya, Bahas Advokasi dan Layanan Kesehatan Warga0
- Rekan Indonesia kawal bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas di Cianjur0
REKAN Indonesia kemudian mendampingi kedua orang tua Malik ke Kelurahan Rawa Badak Utara. Mereka mengupayakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memperoleh keringanan biaya perawatan.
Dalam pendampingan itu, REKAN Indonesia mendapatkan informasi bahwa biaya sementara perawatan Malik telah mencapai sekitar Rp2 juta. Nilai tersebut masih dapat bertambah selama bayi tersebut membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Bagi keluarga yang memiliki penghasilan tetap, Rp2 juta mungkin sekadar menjadi tagihan yang harus diselesaikan. Namun bagi keluarga yang ayahnya tidak bekerja, angka itu dapat berubah menjadi persoalan besar.
Di sinilah persoalan akses kesehatan menjadi nyata. Ketika seorang bayi berusia tiga bulan membutuhkan pelayanan medis, keluarga tidak hanya berhadapan dengan penyakit anaknya. Mereka juga harus menghadapi persoalan administrasi dan kemampuan ekonomi.
Ketua Bidang Advokasi REKAN Indonesia, Santa, mengatakan kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius. Menurut dia, keluarga pasien dalam situasi rentan membutuhkan pendampingan agar persoalan administratif tidak semakin membebani mereka.
“Anaknya baru berusia tiga bulan dan masih menjalani perawatan. Bapaknya juga tidak bekerja. Biaya sekitar Rp2 juta tentu menjadi beban yang berat bagi keluarga,” ujar Santa kepada bernusa.com, hari ini (9/9).
Menurut Santa, REKAN Indonesia memilih mendampingi keluarga tersebut ke kelurahan untuk mengupayakan SKTM dan keringanan biaya. Langkah itu ditempuh agar keluarga tidak menghadapi persoalan pembiayaan seorang diri.
“Kami mendampingi orang tua pasien untuk mengurus SKTM dan mengupayakan keringanan biaya. Dalam kondisi seperti ini, keluarga pasien jangan dibiarkan berjuang sendirian," katanya.
Santa menilai persoalan Malik memperlihatkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan tidak berhenti pada tersedianya rumah sakit. Bagi keluarga miskin dan rentan, prosedur administrasi dan biaya pengobatan dapat menjadi persoalan serius ketika mereka tidak memiliki perlindungan jaminan kesehatan yang memadai.
“Yang sedang sakit adalah bayi berusia tiga bulan. Orang tuanya seharusnya bisa fokus pada kondisi anak, bukan semakin cemas memikirkan bagaimana membayar biaya perawatan,” ujar Santa.
REKAN Indonesia mendorong agar persoalan yang dihadapi keluarga Malik dapat segera memperoleh jalan keluar. Menurut Santa, pemerintah dan penyelenggara layanan kesehatan perlu memastikan keluarga dalam kondisi rentan tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa terjebak dalam persoalan administratif yang sulit mereka selesaikan.
Sebab, pada akhirnya, persoalan kesehatan bukan hanya tentang seberapa besar biaya yang harus dibayar. Ada manusia di balik setiap tagihan rumah sakit. Ada orang tua yang sedang berjuang mempertahankan kesehatan anaknya. Dan ada bayi tiga bulan yang tidak pernah memilih lahir dari keluarga yang kesulitan secara ekonomi.
“Jangan sampai ketidakmampuan ekonomi menjadi alasan seseorang kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan. Negara harus hadir ketika masyarakat berada dalam kondisi paling rentan,” kata Santa.
_-_Copy.png)









_(1).png)
