- Tekan Angka Kecelakaan, Polda Jabar Gencarkan Operasi Patuh Lodaya 2026
- Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia
- Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug, Wujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang
- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
BIMA Imbau Aksi AMPB Pati Tetap Damai

Keterangan Gambar : Rapat DPP BIMA di Jakarta
BERNUSA.COM: Jakarta — Ketua Umum Barisan Insan Muda (BIMA) Syarief Hidayatullah mengimbau aksi AMPB Pati yang mendesak pengesahan UU Perampasan Aset dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai hukum.
Menurut Syarief, tuntutan pengesahan UU Perampasan Aset merupakan aspirasi yang baik dan perlu dikawal bersama. Namun, penyampaiannya jangan sampai mengganggu ketertiban umum, menimbulkan ketakutan, atau merampas hak orang lain.
Seperti diketahui, beberapa aktifis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) akan melakukan aksi di Jakarta pada 27 Agustus 2026, di DPR. Mereka membawa tuntutan agar DPR mengesahkan UU Perampasan Aset dan Hukuman mati untuk koruptor. Kabar yang beredar, mereka akan mendirikan tenda di DPR, sampai UU tersebut disahkan.
Baca Lainnya :
- Merdeka Lahir dan Batin, Menjadi Hamba Allah Yang Sejati0
- Jakarta Barat Raih Juara 1 JDIH Terbaik Tingkat Provinsi 20260
- 81 Tahun Merdeka, Penyelesaian HAM Berat Jangan Jadi Hutang Sejarah0
- LPDB Koperasi Genap 20 Tahun, Fokus Perluas Pembiayaan Sektor Riil hingga Desa0
- 1.200 UMKM Sukses Sajikan 600 Ribu Kuliner Gratis di Pesta Rakyat HUT ke-81 RI di Monas0
“Jangan merasa tindakan kita benar sendiri. Ada hukum yang harus dihormati. Kalau hukum dilanggar, aparat tentu akan bertindak sesuai aturan. Jangan kemudian disebut kriminalisasi,” ujar Syarief, di Jakarta, Kamis (20/8)
Ia mengatakan DPR saat ini sedang memproses pembahasan UU tersebut sehingga masyarakat dapat mengawal prosesnya secara konstruktif.
“Kita hormati kawan-kawan yang aksi, tetapi lakukan secara proporsional. Jangan sampai perjuangan terhadap isu yang populis justru berubah menjadi ajang mencari popularitas di media sosial,” tegasnya.
Syarief menambahkan, perjuangan yang baik harus disampaikan dengan cara yang baik pula. “Jangan sampai memperjuangkan UU Perampasan Aset justru dilakukan dengan merampas hak orang lain,” pungkasnya.
_-_Copy.png)









_(1).png)
