BIMA: Pidato APBN, Bukti Prabowo Berpihak pada Rakyat

By Ahmad Romdoni 15 Agu 2026, 12:01:23 WIB Politik
BIMA: Pidato APBN, Bukti Prabowo Berpihak pada Rakyat

Keterangan Gambar : Ketum BIMA, H. Syarief Hidayatullah


BERNUSA.COM:Jakarta – Ketua Umum Barisan Insan Muda Indonesia (BIMA) Syarief Hidayatullah menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Rancangan APBN 2027 dan Nota Keuangan menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang semakin jelas dalam keberpihakan kepada rakyat.

Menurut Syarief, pesan Presiden bahwa APBN harus menjadi instrumen yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat merupakan bentuk komitmen kuat pemerintah untuk memastikan pengelolaan keuangan negara benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Presiden juga menegaskan pembahasan RAPBN 2027 harus terbuka, konstruktif, dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan rakyat dan bangsa.

“Pidato Presiden Prabowo menunjukkan dengan sangat jelas bahwa anggaran negara tidak boleh berhenti sebagai angka-angka dalam dokumen keuangan. APBN harus hadir dan memberikan manfaat yang nyata bagi rakyat. Ini menunjukkan keberpihakan Presiden kepada kepentingan masyarakat,” ujar Syarief Hidayatullah, Sabtu (15/8/2026).»

Baca Lainnya :

Syarief mengatakan, keberpihakan tersebut juga terlihat dari fokus RAPBN 2027 yang diarahkan pada sejumlah program prioritas nasional, antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur serta perumahan, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, hingga penurunan kemiskinan.

“Penegasan Presiden bahwa setiap kebijakan anggaran harus memberikan dampak terhadap kepentingan rakyat merupakan komitmen untuk berbuat yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat. Ini yang harus kita lihat secara objektif,” kata Syarief.

Menurut Syarief, tantangan selanjutnya adalah memastikan seluruh jajaran pemerintah mampu menerjemahkan kebijakan Presiden tersebut secara konsisten hingga tingkat pelaksanaan, sehingga manfaat APBN benar-benar dirasakan masyarakat.

“Tidak ada alasan bagi seluruh masyarakat untuk tidak mendukung arah kebijakan Presiden sepanjang orientasinya jelas untuk kepentingan rakyat, meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, memperkuat kemandirian bangsa, dan membangun masa depan Indonesia,” tegasnya.

Syarief menambahkan, dukungan masyarakat terhadap pemerintah tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol. Justru partisipasi publik diperlukan agar setiap program yang dibiayai APBN dapat berjalan efektif, tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

“Yang paling penting adalah kita bersama-sama mengawal agar semangat keberpihakan kepada rakyat yang disampaikan Presiden benar-benar diwujudkan dalam pelaksanaan program di lapangan,” pungkas Syarief. (Rilis)