- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Dua Hari Culinary Festival JITEX 2026, Pempek Muntazhar 08 Tembus Omzet Rp7,8 Juta

Keterangan Gambar : Booth Pempek Muntazhar 08 di Festival Culinary, JITEX 2026
Bernusa.com. JAKARTA — Dua hari mengikuti Culinary Festival dalam rangkaian JITEX 2026, UMKM kuliner Pempek Muntazhar 08 berhasil mencatat omzet penjualan sebesar Rp7,8 juta.
Culinary Festival dalam rangkaian JITEX 2026 di gedung GPB JIEXPO, Kemayoran, Jakpus ini berlangsung dari tanggal 16-19 September 2026.
Capaian tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Yuni Eliza, Owner Pempek Muntazhar 08, yang melihat keikutsertaan dalam festival bukan hanya sebagai kesempatan berjualan, tetapi juga momentum memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Baca Lainnya :
- Dari Dapur UMKM ke Panggung JITEX 2026, Produk Kuliner Jakpreneur Cari Pasar Baru0
- Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi0
- Dinas Pendidikan DKI Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Protokol Abu Vulkanik Tetap Berlaku0
- Jaga Perbatasan, Rawat Alam, Kuatkan UMKM: Pesan Ekspedisi Batas Negeri dari Temajuk0
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 20260
“Alhamdulillah, selama dua hari kami bisa mencapai omzet Rp7,8 juta. Bagi kami, ini bukan hanya soal angka penjualan, tetapi juga kesempatan memperkenalkan Pempek Muntazhar kepada lebih banyak konsumen,” ujar Yuni Eliza kepada bernusa.com hari ini (17/9) di Kemayoran, Jakpus.
Menurut Yuni, keikutsertaan dalam Culinary Festival memberikan pengalaman berbeda dibandingkan berjualan melalui kanal pemasaran sehari-hari. Konsumen dapat melihat dan mencoba produk secara langsung, sementara pelaku usaha bisa memperoleh respons secara langsung terhadap produk yang ditawarkan.
Bagi UMKM kuliner, kesempatan bertemu konsumen secara langsung menjadi bagian penting dalam membangun pasar. Respons terhadap rasa, harga, kemasan, maupun pilihan produk dapat menjadi masukan bagi pengembangan usaha ke depan.
Yuni juga mengapresiasi keterlibatan UMKM binaan Jakpreneur dalam Culinary Fesrival JITEX 2026. Menurut dia, ruang promosi seperti ini dibutuhkan UMKM agar produk yang mereka kembangkan tidak hanya dikenal di lingkungan pasar terbatas, tetapi memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas.
“UMKM membutuhkan ruang untuk tampil dan bertemu langsung dengan pasar. Kami berterima kasih karena diberikan kesempatan mengikuti kegiatan seperti ini,” katanya.
Keterlibatan UMKM binaan Jakpreneur dalam Culinary Festival juga patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya membuka akses pemasaran bagi pelaku usaha. Dalam hal ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang promosi bagi produk UMKM Jakarta.
Namun, bagi Yuni, capaian Rp7,8 juta selama dua hari bukanlah garis akhir. Justru pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan Pempek Muntazhar 08, baik dari sisi produk, kemasan, pemasaran maupun kemampuan memenuhi permintaan konsumen.
“Yang kami harapkan tentu bukan hanya penjualan selama event. Mudah-mudahan dari kegiatan ini ada pelanggan baru dan pasar yang bisa terus berkembang,” ujar Yuni.
Culinary Festival JITEX 2026 pada akhirnya memberikan gambaran sederhana tentang pentingnya akses pasar bagi UMKM. Pembinaan dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada pelaku usaha, tetapi kesempatan bertemu konsumen menjadi ruang untuk menguji sejauh mana produk tersebut mampu diterima pasar.
Bagi Pempek Muntazhar 08, dua hari di Culinary Festival menghasilkan Rp7,8 juta omzet. Lebih dari sekadar angka, pengalaman tersebut menjadi catatan bahwa ketika UMKM mendapatkan ruang untuk tampil, produk lokal memiliki kesempatan untuk menemukan pasarnya sendiri.
_-_Copy.png)









_(1).png)
