- Dugaan Kekerasan Usai Demo 27 Agustus, SPAI Desak Polri Tindak Tegas dan Evaluasi Pelibatan Ormas
- Jaga Perbatasan, Rawat Alam, Kuatkan UMKM: Pesan Ekspedisi Batas Negeri dari Temajuk
- Saatnya Pelindo Memimpin Reformasi Ketenagakerjaan di BUMN
- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI
- Politisi Muda Partai Ummat Ridho Rahmadi Menantu Amien Rais Dikabarkan Mundur Dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global
- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
Jaga Perbatasan, Rawat Alam, Kuatkan UMKM: Pesan Ekspedisi Batas Negeri dari Temajuk

Keterangan Gambar : Ekspedisi Batas Negeri Hadir di Temajuk, dari Khitanan Massal hingga Penguatan UMKM
BERNUSA.COM, Kalbar— Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan di pusat-pusat kota. Di wilayah perbatasan Indonesia, tepatnya Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, semangat Merah Putih dikobarkan melalui Ekspedisi Batas Negeri dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Ketua PW Pemuda Muhammadiyah sekaligus Tenaga Ahli Kementerian UMKM Ajie Kurniawan tersebut diisi dengan berbagai agenda sosial dan kebangsaan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, sosialisasi legalitas UMKM, hingga pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter.
Pembentangan bendera raksasa sepanjang 181 meter menjadi salah satu momen utama kegiatan. Selain menjadi simbol semangat kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pesan bahwa semangat kebangsaan harus hadir hingga ke wilayah terdepan Indonesia.
Baca Lainnya :
- Saatnya Pelindo Memimpin Reformasi Ketenagakerjaan di BUMN0
- Disegel Tetapi Pembangunan Terus Berjalan, Kevin Wu Desak Usut Lapangan Padel di Aset Pemprov DKI0
- AI Mulai Masuk Industri Film, Jeremias Nyangoen: Kita Tak Bisa Menolak Perkembangan Teknologi0
- Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global0
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 20270
“Kalau biasanya Temajuk disebut sebagai ekornya Kalimantan, saya justru menyebut Temajuk sebagai muka Indonesia. Karena dari sinilah wajah Indonesia terlihat di hadapan negara tetangga,” ujar Ajie.
Menurutnya, Temajuk merupakan bagian penting dari wilayah Indonesia yang harus terus dijaga, dirawat, dan dibanggakan. Posisi geografisnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga sekaligus memiliki potensi wisata membuat kawasan tersebut memiliki nilai strategis.
Selain membawa misi sosial dan kebangsaan, Ekspedisi Batas Negeri juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Salah satunya melalui sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha bagi pelaku UMKM. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa legalitas merupakan salah satu fondasi penting agar usaha dapat berkembang, memiliki akses pembiayaan, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing.
“UMKM di wilayah perbatasan tidak boleh merasa jauh dari perhatian pemerintah. Justru UMKM di daerah seperti Temajuk memiliki potensi besar karena berada di wilayah wisata, strategis dan berbatasan langsung dengan negara lain,” katanya.
Ia menambahkan, legalitas usaha menjadi langkah awal agar potensi ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan dapat dikembangkan secara lebih optimal.
Dengan legalitas yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengakses berbagai program pemberdayaan dan pembiayaan, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
Lepas Tukik, Pesan Jaga Laut dan Lingkungan
Rangkaian Ekspedisi Batas Negeri juga diawali dengan kegiatan simbolis pelepasan anak penyu atau tukik di kawasan Tanjung Api, Desa Temajuk.
Pelepasan tukik menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir dan laut. Penyu dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sehingga keberadaannya perlu dilindungi bersama.
“Pelepasan tukik ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Ini adalah pesan bahwa menjaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayahnya, tetapi juga menjaga laut, pantai, hutan, dan seluruh ekosistem yang ada di dalamnya,” tuturnya.
Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari upaya menjaga masa depan Indonesia. Kelestarian alam di kawasan perbatasan harus menjadi tanggung jawab bersama agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kalau alam kita jaga, maka generasi berikutnya akan mendapatkan Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.
Indonesia Hadir hingga Garis Terdepan
Melalui Ekspedisi Batas Negeri, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada seremoni peringatan HUT RI. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pelayanan sosial, serta pelestarian lingkungan.
Temajuk menjadi gambaran bahwa Merah Putih tetap hadir dan berkibar di wilayah perbatasan. Letaknya yang secara geografis berada di ujung negeri tidak membuat kawasan tersebut luput dari semangat pembangunan dan kebangsaan.
Sebaliknya, Temajuk justru menjadi salah satu wajah Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.
“Dari Temajuk kita ingin menyampaikan pesan sederhana: Indonesia tidak pernah berada di ujung. Indonesia justru berdiri tegak di garis terdepan,” pungkasnya.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
