Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global

By Achmad Soleh 27 Agu 2026, 23:56:24 WIB Robotika
Robot Humanoid Mornine Kantongi Sertifikasi CE Uni Eropa, Bidik Pasar Global

Keterangan Gambar : Robot humanoid ini siap memperkuat ekspansi global, termasuk di Indonesia.


BERNUSA.COM, Jakarta – AiMOGA Robotics terus memperkuat langkah ekspansinya di pasar global melalui robot humanoid Mornine. Robot humanoid yang dikembangkan AiMOGA tersebut diklaim menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memperoleh tiga sertifikasi dan standar Uni Eropa yang mencakup aspek hardware dan software.

Tiga standar tersebut meliputi CE-MD (Machinery Safety Directive), EN 18031 (Cybersecurity and Data Protection), serta CE-RED (Radio Equipment Directive).

Pencapaian tersebut melengkapi jajaran sertifikasi internasional yang telah dikantongi Mornine, termasuk sertifikasi FCC (Federal Communications Commission) dari Amerika Serikat.

Baca Lainnya :

Rangkaian sertifikasi tersebut dinilai memperkuat kesiapan AiMOGA memasuki pasar Eropa sekaligus menjadi tonggak penting bagi pengembangan robot humanoid asal Tiongkok dalam memenuhi standar kepatuhan internasional dan mendukung penerapan teknologi secara komersial.

President of Chery International sekaligus President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing, mengatakan sertifikasi bukan sekadar tahapan administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam proses membawa teknologi robotika ke penerapan nyata.

 “Bagi AiMOGA Robotics, sertifikasi tidak pernah sekadar menjadi tahapan administratif, melainkan menjadi awal perjalanan sebuah robot menuju penerapan di dunia nyata,” ujar Zhang dalam keterangan tertulis, 25 Agustus 2026.

Menurutnya, AiMOGA menempatkan aspek keselamatan, keandalan sistem operasional, serta perlindungan data sebagai prioritas dalam pengembangan teknologi robotika.

Keberhasilan Mornine memenuhi berbagai standar Uni Eropa untuk hardware dan software, lanjut Zhang, menjadi bukti komitmen perusahaan menghadirkan teknologi robotika yang dapat diterapkan dan dipercaya untuk berbagai kebutuhan di dunia nyata.

Lulus Pengujian TÜV Rheinland

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar keamanan internasional, Mornine menjalani penilaian melalui TÜV Rheinland, lembaga pengujian, inspeksi, dan sertifikasi independen yang beroperasi secara global.

Pada aspek CE-MD (Machinery Safety Directive), penilaian mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari keselamatan mekanis, kelistrikan hingga keselamatan fungsional.

Sertifikasi tersebut juga mencakup desain mekanis secara keseluruhan, pengembangan sistem serta integrasi hardware dan software untuk memenuhi standar keselamatan internasional.

Sementara itu, melalui EN 18031, Mornine memenuhi persyaratan terkait keamanan siber dan perlindungan data.

AiMOGA menyebut Mornine menjadi robot humanoid pertama di dunia yang memenuhi EN 18031-1:2024 untuk cybersecurity dan EN 18031-2:2024 untuk data protection.

Standar tersebut diperkenalkan sebagai standar baru berdasarkan regulasi Radio Equipment Directive Uni Eropa, khususnya Delegated Act Article 3.3 d dan e.

Adapun CE-RED (Radio Equipment Directive) mencakup pengujian kompatibilitas elektromagnetik serta stabilitas sinyal pada modul komunikasi. Hal tersebut ditujukan untuk memastikan robot mampu beroperasi secara stabil dalam lingkungan komersial yang kompleks.

Selain standar Uni Eropa, Mornine juga telah memperoleh sertifikasi FCC Amerika Serikat, yang mencakup ketentuan teknis terkait frekuensi radio dan interferensi elektromagnetik pada perangkat komunikasi nirkabel.

Sudah Diterapkan di Berbagai Negara

AiMOGA menyatakan berbagai sertifikasi tersebut menjadi bagian dari kesiapan perusahaan dalam menghadirkan solusi robotika untuk berbagai lingkungan dan kebutuhan nyata.

Hingga saat ini, produk dan solusi robotika AiMOGA telah diterapkan dalam lebih dari 100 skenario penggunaan nyata (real-world use cases) di berbagai sektor industri di seluruh dunia.

Untuk Mornine, penerapannya antara lain telah dilakukan di jaringan diler di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Selatan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari strategi AiMOGA memperluas kehadirannya di pasar internasional. Saat ini, perusahaan menyebut jangkauannya telah mencapai lebih dari 60 negara dan wilayah.

Di kawasan Asia Tenggara, AiMOGA terus memperkuat ekspansinya melalui pengembangan pasar di Indonesia dan Malaysia, partisipasi dalam Automation Thailand, serta peluncuran AI Robot Experience Center di Vietnam.

Pengalaman implementasi robot humanoid tersebut juga ditampilkan AiMOGA dalam ajang World Robot Conference (WRC) 2026 di Beijing.

Dalam ajang tersebut, AiMOGA memperlihatkan koneksi secara real-time dengan berbagai lokasi dan skenario penggunaan robot, mulai dari lingkungan jalan raya perkotaan, ruang pelayanan publik hingga jaringan diler otomotif di sejumlah negara.

Mornine telah menjalankan sejumlah fungsi, seperti pemanduan, layanan konsultasi, penerimaan tamu hingga mendukung interaksi dengan pelanggan di lingkungan ritel otomotif.

Indonesia Jadi Salah Satu Pasar Potensial

Berbekal pengalaman penerapan di berbagai sektor, AiMOGA melihat Indonesia sebagai salah satu pasar potensial untuk pengembangan solusi robotika.

Peluang penerapan teknologi tersebut dinilai tidak hanya berada di sektor otomotif, tetapi juga terbuka untuk sektor ritel, layanan kesehatan, pelayanan publik hingga berbagai kebutuhan operasional yang membutuhkan interaksi langsung antara manusia dan teknologi.

Dengan menggabungkan inovasi teknologi, pemenuhan standar internasional dan pengalaman penerapan di berbagai skenario nyata, AiMOGA berupaya memperkuat posisinya sebagai perusahaan robotika global sekaligus mitra teknologi bagi industri di Indonesia dan pasar internasional.(AS/BN).