- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Dugaan Kebocoran Data Bank Mandiri, Nasabah Berulang Kali Terima OTP Transaksi Misterius dari Luar Negeri

Keterangan Gambar : Dugaan Kebocoran Data Bank Mandiri
BERNUSA.COM: Jakarta-Isu keamanan data nasabah perbankan kembali menjadi sorotan publik di media sosial. Kali ini, dugaan ancaman keamanan siber menimpa salah satu bank BUMN terbesar, Bank Mandiri.
Aktivis dan tokoh publik Azzam Mujahid Izzulhaq menyampaikan keluhannya secara terbuka melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter) @Azzamlzzulhaq pada Selasa (29/9/2026). Dalam unggahannya, Azzam mengungkapkan rasa khawatirnya setelah berulang kali menerima pesan singkat (SMS) berisi kode One-Time Password (OTP) dari Bank Mandiri untuk transaksi yang tidak pernah ia lakukan.
"Beberapa kali di bulan September ini menerima OTP yg artinya ada yg menggunakan nomor kartu Visa/Mastercard kita untuk bertransaksi. Dear @bankmandiri ada apakah gerangan? Apakah ada kebocoran security? Sahabat ada yg mengalami hal yg sama?" tulis Azzam, Selasa (29/9/2026).
Baca Lainnya :
- CBA Soroti Rangkap Jabatan Faisol Riza: Gelar Tinggi, Kursi Bertambah, dan Penghasilan Berlipat0
- Laba PIS Naik Rp222 Miliar, Bonus Direksi dan Komisaris Ikut Membengkak Rp214 Miliar, CBA: Tambahan Untung Cuma untuk Isi Kantong Sendiri0
- ASNI Sentil BCA soal Isu Akuisisi Haji Isam: Perseroan Terbuka Kok Seperti Rumah Pribadi0
- CBA Desak Bank BJB Evaluasi Tiga Pejabat yang Diperiksa KPK0
- Setelah Pergantian Pimpinan, CBA Soroti Laba Pertamina Hulu Energi Anjlok USD945,5 Juta0
Transaksi Mencurigakan di Toko Luar Negeri
Dalam bukti tangkapan layar pesan OTP yang diunggah, terlihat beberapa aktivitas transaksi asing yang mencoba menguras dana atau limit kartu:
-19 September: Notifikasi OTP transaksi di merchant SEVENTHSTORES sebesar PAB 5,20 (Balboa Panama).
-26 September: Notifikasi OTP transaksi di Ikea UK sebesar GBP 110,00 (Poundsterling Inggris).
-29 September: Percobaan transaksi misterius kembali berulang.
Adanya pengiriman OTP tersebut mengindikasikan bahwa data sensitif seperti nomor kartu debit/kredit, masa berlaku, hingga kode CVV diduga telah bocor atau tersedot oleh pihak tak bertanggung jawab (bin attack / credential stuffing). Beruntung, sistem proteksi OTP masih menahan transaksi tersebut hingga tidak jebol secara langsung, selama kode tidak diserahkan ke pihak mana pun.
Menanggapi keluhan tersebut, akun resmi Bank Mandiri (@bankmandiri) langsung memberikan respon di kolom komentar.
"Hai Sahabat @Azzamlzzulhaq, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Utk perihal keluhan tsb sudah kami informasikan melalui DM. Mohon kesediaannya utk dilakukan pengecekan lebih lanjut ya," tulis pihak Bank Mandiri.
Bank Mandiri juga kembali mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak bank sekalipun. Selain itu, nasabah diimbau memblokir kartu yang terindikasi bocor melalui aplikasi Livin' by Mandiri atau layanan Livin' Call guna mencegah percobaan transaksi ilegal berulang.
Kasus ini memicu respons ramainya warganet yang juga menyuarakan kekhawatiran serupa terkait keandalan perlindungan data kartu berlogo Visa dan Mastercard di perbankan nasional.
_-_Copy.png)









_(1).png)
