- Gus Nuril Serahkan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit, Simbol Estafet Kepemimpinan PBM
- FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital
- Kementerian PU Bersama PTPP Tangani 31 Titik Longsoran di Sumatera Utara, Progres Lampaui Target
- BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin, Perkuat Keimanan dan Silaturahmi Pekerja
- Kredit BNI Tembus Rp992,5 Triliun, Pengguna wondr by BNI Capai 16,6 Juta
- BRI BO Wonosari Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan bagi Nasabah Pensiunan
- Presscon Tomohon Jazz Festival 2026
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis
- Rizky Ridho Kritik Rumput JIS: Sulit Kejar Target Juara
- Rekan Indonesia: Isu BPJS Diganti Klinik Kopdes Tidak Benar
Gus Nuril Serahkan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit, Simbol Estafet Kepemimpinan PBM

Keterangan Gambar : Rd Aditya damar wijaya(Gus Radit) diberikan estafet komando oleh Gus Nuril sebagai penerus menjalankan amanah menjadi Panglima Pasukan Berani Mati.
BERNUSA.COM, Jakarta – KH Nuril Arifin atau Gus Nuril menyerahkan tongkat kayu nagasari kepada Rd Aditya Damar Wijaya yang dikenal sebagai Gus Radit. Penyerahan simbolis yang disebut berlangsung pada 7 Juni 2026 itu menjadi tanda estafet kepemimpinan Pasukan Berani Mati (PBM) kepada Gus Radit.
Gus Nuril sebelumnya dikenal sebagai Panglima Pasukan Berani Mati Pembela Gus Dur pada 2001. Kini, ia memberikan kepercayaan kepada Gus Radit untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi tersebut dengan membawa misi persatuan bangsa, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menghormati ulama Nusantara.
Dalam keterangannya, Gus Nuril menjelaskan bahwa tongkat tersebut terbuat dari kayu nagasari yang menurut penuturannya berasal dari cabang pohon di kawasan makam Panembahan Senopati, Kotagede.
Baca Lainnya :
“Barangkali di tangan Aditya lebih bermanfaat karena saya sudah sepuh, sudah fokus pada ibadah saja. Saya serahkan tongkat dari kayu nagasari ini yang dulu selalu menemani saya selama menjadi Panglima Pasukan Berani Mati Pembela Gus Dur,” ujar Gus Nuril, dikutip Selasa(27/10/2026).
Sementara itu, Gus Radit menyampaikan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari perjalanan Gus Nuril. Ia menyatakan siap meneruskan perjuangan dan amanah yang diberikan kepadanya.
“Saya bangga sekali menjadi bagian dari perjalanan Abah (Gus Nuril), sebagai patriot sejati, dan akan meneruskan perjuangannya Abah,” kata Gus Radit.
Klaim Keterlibatan dalam Pengamanan Pesantren
Dalam keterangannya, pihak PBM juga menyebut keterlibatan sejumlah anggotanya dalam menghadapi situasi di Pondok Pesantren Darun Naim, Bogor. Peristiwa itu disebut terjadi ketika sekelompok massa dari sejumlah aliansi mendatangi dan melakukan penyegelan terhadap pesantren tersebut.
Menurut keterangan pihak PBM, delapan anggotanya berada di lokasi ketika massa yang jumlahnya disebut mencapai ratusan orang mendatangi pondok pesantren. Setelah massa meninggalkan lokasi, Gus Radit dikabarkan menemui para santri untuk membantu menenangkan suasana.
Usung Persatuan dan Konstitusi
Pasukan Berani Mati Jilid 2 disebut dideklarasikan pada 2026 di bawah kepemimpinan Rd Aditya Damar Wijaya sebagai panglima. Pihak organisasi menyatakan gerakannya berorientasi pada menjaga NKRI, menjunjung Pancasila, menghormati ulama Nusantara, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pengurus PBM juga menyatakan bahwa kegiatan organisasi dijalankan dalam koridor hukum dan konstitusi serta tidak mengusung misi teror, kebencian, ataupun permusuhan.
Selain dukungan simbolis dari Gus Nuril, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin disebut memberikan dukungan dalam kapasitasnya sebagai Dewan Kehormatan Pasukan Berani Mati.
Melalui kepemimpinan baru tersebut, PBM menyatakan ingin melanjutkan kiprahnya melalui kegiatan nyata yang berorientasi pada persatuan bangsa dan penghormatan terhadap ulama Nusantara.(**)
Tag berita
Gus NurilGus RaditPasukan Berani MatiPBM Jilid 2Tongkat NagasariGus DurUlama NusantaraJakartaBogor
_-_Copy.png)









_(1).png)
