- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
Indonesia Uji Coba Kapal Selam Otonom Karya Anak Bangsa
Kapal Selam Otonom Buatan Anak Bangsa Uji Tembak Torpedo Piranha di Laut Indonesia

Keterangan Gambar : Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali menyaksikan langsung uji tembak torpedo KSOT di Surabaya.
Indonesia melakukan uji peluncuran torpedo ringan 324 mm tipe Piranha hasil pengembangan PT PAL, yang dipasang dalam tabung peluncur di sisi kanan KSOT (Kapal Selam Otonom) yang dipasang secara eksternal. Proses pemasangan torpedo ke tabung dilakukan dengan derek bergerak dari dermaga Komando Armada II TNI AL. (05/11)
Setelah loading selesai, KSOT bergerak ke perairan lebih dalam untuk melaksanakan tembakan percobaan. Sepanjang sebagian besar pengujian—termasuk saat peluncuran—prototipe itu beroperasi dalam kondisi setengah terendam.
Prototipe KSOT memiliki dimensi sekitar 15 meter panjang, 2,2 meter lebar, dan sarat air 1,85 meter. Kapal ini diklaim mampu melaju hingga 20 knot dan beroperasi pada kedalaman hingga sekitar 350 meter.
Model penuh KSOT pertama kali diperkenalkan publik saat peringatan HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober di Jakarta. PT PAL menyatakan seluruh rancangan dibuat oleh tim insinyur Indonesia dengan komponen lokal lebih dari 50% (TKDN >50%), angka yang direncanakan meningkat pada tahap produksi berikutnya dengan penambahan bagian buatan dalam negeri. Beberapa subsistem prototipe juga memanfaatkan produk commercial off-the-shelf (COTS).
Pengalaman dari pengembangan KSOT diharapkan mendukung pembuatan platform otonom lain, seperti kapal permukaan tanpa awak (USV). Rangkaian uji tembak ini disaksikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali dan pejabat tinggi militer lainnya. Menteri menyatakan KSOT akan terus dievaluasi dan disempurnakan selama proses pengembangannya.
PT PAL mengumumkan rencana produksi 30 unit KSOT pada 2026. Seluruhnya ditujukan untuk dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) TNI AL sebagai bagian dari upaya pemantauan dan perlindungan jalur laut strategis, termasuk Selat Lombok dan Selat Sunda. Belum dipastikan apakah semua unit nantinya akan dilengkapi torpedo; desain KSOT memang disiapkan untuk berbagai konfigurasi misi—mulai dari ISR (intelijen, pengawasan, dan pengintaian) hingga varian kamikaze atau umpan (decoy).
Dengan ukuran dan konsep operasionalnya, KSOT berpotensi diluncurkan dari kapal induk yang lebih besar, sehingga menambah jangkauan dan fleksibilitas integrasinya dalam struktur armada TNI AL.
_-_Copy.png)









_(1).png)
