- Tekan Angka Kecelakaan, Polda Jabar Gencarkan Operasi Patuh Lodaya 2026
- Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia
- Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug, Wujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang
- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
Jakarta Institute: Edukasi Pemilahan Sampah Dinas PPKUKM Perkuat Gerakan Jakarta Bersih

Keterangan Gambar : Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute
Bernusa.com. JAKARTA – Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekan volume sampah melalui edukasi pemilahan sampah terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Jakarta Institute yang mengapresiasi langkah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta dalam menyosialisasikan pemilahan sampah kepada para UMKM binaan.
Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai sosialisasi tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Langkah Dinas PPKUKM patut diapresiasi karena telah mengintegrasikan edukasi lingkungan ke dalam program pembinaan UMKM. Ini sejalan dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mengatasi persoalan sampah," ujar Agung, Jumat (25/7).
Baca Lainnya :
- Sekko Jaksel Buka Dialog Publik, Tekankan Peran Strategis Rekan Indonesia Perkuat Pasukan Putih0
- Pengelolaan Sampah Jangan Hanya Jadi Wacana Dalam Anggaran 2027 0
- GMNI DKI Jakarta Soroti Dugaan Perampasan Tanah dan Pendekatan Militer dalam Program KDMP0
- Dari Ruang ICU Hingga Liang Lahat, Rekan Indonesia Jakut Tetap Mendampingi Warga0
- Aktivis Jakarta: Insiden Tewasnya 3 Pekerja di PT Moya Bukan Tanggung Jawab PAM Jaya0
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari sumber penghasil sampah, termasuk sektor UMKM. Dengan membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak awal, proses pengolahan akan menjadi lebih efektif sekaligus mengurangi beban sampah yang dikirim ke fasilitas pengolahan akhir.
Agung menambahkan, pelaku UMKM memiliki posisi strategis karena setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh sebab itu, edukasi yang diberikan kepada UMKM tidak hanya berdampak pada lingkungan usaha, tetapi juga dapat menularkan budaya pengelolaan sampah kepada konsumen.
"UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya peduli lingkungan. Ketika pelaku usaha mulai memilah sampah secara konsisten, maka dampaknya akan terasa terhadap pengurangan volume sampah Jakarta," katanya.
Ia berharap program sosialisasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti dengan pendampingan di lapangan agar praktik pemilahan sampah benar-benar menjadi kebiasaan di lingkungan UMKM binaan.
"Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi seluruh organisasi perangkat daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Apa yang dilakukan Dinas PPKUKM hari ini merupakan contoh kolaborasi yang layak diperluas di berbagai sektor," tutup Agung.
_-_Copy.png)









_(1).png)
