- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
Kepala BKN Prof. Zudan Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate

Keterangan Gambar : Kepala BKN Prof. Zudan Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate
BERNUSA.COM, Ternate – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menerima anugerah gelar kehormatan adat Kimalaha Dodego Malamo dari Kesultanan Ternate dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat di Keraton Kesultanan Ternate, Rabu (29/07/2026).
Penganugerahan tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Ternate, Jou Kolano Moloku Kie Raha, Hidayatullah Sjah, dan dilaksanakan melalui prosesi adat di Ruang Utama atau Foris Lamo, salah satu ruang sakral dalam tradisi Kesultanan Ternate.
Gelar Kimalaha Dodego Malamo memiliki makna sebagai pemimpin besar atau putra terbaik yang mengemban tanggung jawab dalam mengurus jabatan, kedudukan, dan kepegawaian. Makna tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan peran BKN dalam menyelenggarakan pembinaan dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Penganugerahan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Sultan Ternate Nomor 06.002.A/KT/VII/2026.
Baca Lainnya :
Prof. Zudan menyampaikan bahwa penganugerahan tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan amanah moral untuk terus menjalankan tugas secara jujur, lurus, dan penuh tanggung jawab dalam mengawal tata kelola ASN.
“Dengan penuh rasa hormat dan terima kasih, saya menerima anugerah ini sebagai bentuk kehormatan sekaligus amanah. Saya merasa sangat terharu karena telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kesultanan Ternate,” ujar Zudan.
Ia menilai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Kesultanan Ternate sejalan dengan semangat pengabdian aparatur negara. Menurutnya, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat merupakan prinsip yang harus terus diaktualisasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam prosesi pengukuhan, Jo Hukum Soasio Kesultanan Ternate, Gunawan Radjim, menjelaskan bahwa gelar Kimalaha Dodego Malamo yang dianugerahkan kepada Kepala BKN bermakna pemimpin besar yang bertanggung jawab dalam mengurus jabatan, kedudukan, dan kepegawaian.
Usai prosesi di Foris Lamo, rangkaian kegiatan dilanjutkan di Pendopo Bala dengan penyerahan piagam gelar adat, penyampaian sambutan, serta penjelasan mengenai makna gelar yang dianugerahkan.
Prof. Zudan menyampaikan apresiasi kepada Sultan Ternate dan seluruh perangkat adat atas penghormatan tersebut. Menurutnya, penganugerahan ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kewenangan dan jabatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.
“Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga. Semangat tersebut juga perlu menjadi bagian dari cara kita membangun birokrasi yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan,” tambahnya.»
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Muhammad Taufiq, turut menerima gelar Kimalaha Sabua Malamo, yang bermakna pemimpin besar atau putra terbaik yang memimpin dan mengayomi sebuah rumah besar.
Penganugerahan gelar adat kepada kedua pimpinan lembaga negara ini menjadi simbol penguatan hubungan antara institusi pemerintahan dan nilai-nilai budaya Nusantara. Kehormatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya merawat warisan budaya sebagai sumber nilai dalam membangun kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, Kepala Kantor Regional BKN, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Maluku Utara, jajaran perangkat adat dan Bobato Kesultanan Ternate, serta rombongan pejabat dari BKN dan LAN RI.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
