- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Tol Japek Padat Merayap

Keterangan Gambar : lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek).
BERNUSA.COM, Karawang- Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus memicu lonjakan arus kendaraan di ruas Tol Jakarta–Cikampek (Japek), Kamis, 14 Mei 2026. Dalam waktu tiga jam, lebih dari 5.000 kendaraan per jam tercatat melintas menuju arah Cikampek dan Jawa Tengah.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Karawang bersama Korlantas Polri menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow mulai KM 47 hingga KM 65 sejak Kamis pagi.
Baca Lainnya :
Berdasarkan data kepolisian, volume kendaraan dari arah Jakarta mencapai sekitar 5.230 hingga 5.500 kendaraan per jam. Rekayasa lalu lintas contraflow masih diberlakukan hingga Kamis siang dan akan dihentikan apabila jumlah kendaraan turun di bawah 5.000 kendaraan per jam.
Kasatlantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, mengatakan kondisi arus lalu lintas di Tol Japek masih relatif terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan selama libur panjang.
“Alhamdulillah masih cukup terkendali walaupun meriah,” ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.
Sebanyak 66 personel gabungan diterjunkan untuk mengatur lalu lintas di jalur tol, jalur arteri, pos pelayanan, hingga rest area. Petugas juga terus memantau kapasitas rest area yang saat ini terisi sekitar 60 persen.
Kepolisian menegaskan, penutupan sementara rest area akan dilakukan secara situasional apabila terjadi lonjakan kendaraan guna mencegah antrean dan penumpukan kendaraan di area peristirahatan.(**)
_-_Copy.png)









_(1).png)
