- BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin, Perkuat Keimanan dan Silaturahmi Pekerja
- Kredit BNI Tembus Rp992,5 Triliun, Pengguna wondr by BNI Capai 16,6 Juta
- BRI BO Wonosari Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan bagi Nasabah Pensiunan
- Presscon Tomohon Jazz Festival 2026
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Dorong Digitalisasi UMKM Pasar Kranggan Melalui QRIS, Transaksi Belanja Makin Praktis
- Rizky Ridho Kritik Rumput JIS: Sulit Kejar Target Juara
- Rekan Indonesia: Isu BPJS Diganti Klinik Kopdes Tidak Benar
- BRI Region 11 Yogyakarta Hadirkan Promo Tiket K24 Run 2026 melalui BRImo
- Heikal Safar Sampaikan Sebanyak 373 Pengurus Taman Iskandar Muda Periode 2026-2030. Telah Resmi Dilantik
- Tekan Angka Kecelakaan, Polda Jabar Gencarkan Operasi Patuh Lodaya 2026
Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Keterangan Gambar : Seminar bertajuk Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional
BERNUSA.COM: YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026, di Loman Park Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan para tokoh dan pegiat lembaga sosial keumatan untuk membahas strategi membangun lembaga yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
Acara yang diinisiasi oleh Masjid Nusantara, Hayfalah, Loman Park Hotel Yogyakarta, dan Rumah Zakat ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang lembaga sosial, pengelola masjid, komunitas dakwah, hingga aktivis pemberdayaan umat.
Dalam seminar tersebut hadir narasumber utama Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, S.Ag., M.Ag., selaku Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI.
Baca Lainnya :
Prof. Waryono Abdul Ghofur dalam pemaparannya menegaskan pentingnya transformasi lembaga sosial dan dakwah agar tidak hanya bergerak secara konvensional, namun juga mampu membangun sistem operasional yang sehat, profesional, dan berdaya tahan jangka panjang.
“Lembaga yang kuat bukan hanya lembaga yang memiliki program besar, tetapi yang mampu membangun tata kelola, kemandirian operasional, serta kepercayaan publik secara berkelanjutan,” ungkapnya di hadapan peserta seminar.
Sementara itu, CEO Masjid Nusantara, Pras Purworo, menyampaikan bahwa roadmap lima tahun menjadi langkah penting agar lembaga memiliki arah yang jelas dalam membangun keberlanjutan program dan pelayanan umat.
“Kemandirian lembaga tidak dibangun dalam waktu singkat. Dibutuhkan visi yang kuat, kolaborasi yang sehat, dan keberanian untuk membangun sistem yang profesional agar lembaga mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang,” ujar Pras Purworo.
Diskusi seminar berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait strategi fundraising, penguatan SDM, branding lembaga, hingga pengembangan unit usaha sosial sebagai penopang operasional.
Selain sesi seminar utama, acara juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antar penggerak lembaga sosial dari berbagai daerah. Suasana penuh keakraban terlihat dalam sesi foto bersama dan networking setelah acara berlangsung.
Panitia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap materi yang disampaikan dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya lebih banyak lembaga sosial yang mandiri, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Kami berharap seminar ini menjadi titik awal lahirnya kolaborasi-kolaborasi besar untuk penguatan lembaga umat di Indonesia,” ujar panitia penyelenggara.
Acara ditutup dengan doa bersama serta komitmen untuk terus membangun ekosistem lembaga sosial yang sehat, berintegritas, dan berkelanjutan di masa depan.
(Redho)
_-_Copy.png)









_(1).png)
