- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
May Day 2026 di Monas: KPBI Dorong Negara Hadirkan Daycare dan Hunian Terintegrasi untuk Buruh

Keterangan Gambar : Ilhamsyah, Ketua Umum KPBI berpakaian warna merah.
Jakarta— Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) hari ini berlangsung dalam sorotan publik, terlebih dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah ribuan massa buruh dari berbagai konfederasi.
Di tengah agenda seremonial tersebut, suara kritis tetap menggema. Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menegaskan bahwa peringatan May Day tidak boleh berhenti pada simbolisme, melainkan harus menjadi momentum konkret bagi negara untuk menjawab kebutuhan riil kelas pekerja.
“Buruh hari ini tidak hanya berjuang soal upah, tapi juga soal keberlangsungan hidup keluarga mereka. Negara harus hadir,” tegas Ilhamsyah dalam pernyataannya di lokasi aksi.
Baca Lainnya :
- Pekerja UI Desak Kepastian Hak dan Pembentukan PKB Di May Day 2026.0
- Presiden Prabowo dan Menhub Dudy Temui Korban Insiden KA Bekasi Timur0
- Lima Tuntutan Ojol: Negara Absen, Platform Panen0
- Ribuan Pekerja Terancam PHK, Serikat Buruh Desak MA Batalkan Pailit PT Dua Kuda Indonesia0
- Di Balik Gugurnya Prajurit TNI, Kritik Muhammad Husein Menyasar Arah Diplomasi Indonesia0
Salah satu tuntutan utama yang disampaikan KPBI adalah penyediaan fasilitas daycare (tempat penitipan anak) bagi anak-anak balita dari pasangan buruh. Menurut Ilhamsyah, ketiadaan fasilitas ini selama ini memaksa banyak buruh menghadapi pilihan sulit: menitipkan anak ke kampung halaman atau bahkan mengorbankan salah satu pasangan untuk berhenti bekerja.
“Ini bukan sekadar isu domestik, tapi isu struktural. Ketika negara tidak menyediakan dukungan pengasuhan anak, maka buruh perempuan yang paling terdampak. Ini bentuk ketimpangan yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Selain itu, KPBI juga menyatakan dukungan kritis terhadap program pemerintah di sektor perumahan buruh. Ilhamsyah menekankan bahwa pembangunan perumahan harus dirancang terintegrasi dengan kawasan industri, bukan sekadar proyek hunian tanpa perencanaan spasial yang matang.
“Kalau buruh harus menempuh jarak jauh setiap hari, itu bukan hanya membebani secara ekonomi, tapi juga menyumbang kemacetan dan pemborosan energi. Integrasi hunian dan kawasan kerja adalah solusi rasional,” jelasnya.
Menurut KPBI, konsep hunian terintegrasi ini tidak hanya akan mengurangi biaya transportasi buruh, tetapi juga berdampak pada efisiensi waktu kerja, peningkatan kualitas hidup, serta pengurangan konsumsi bahan bakar yang berkontribusi pada krisis lingkungan.
Peringatan May Day 2026 di Monas kali ini memperlihatkan dua wajah sekaligus: di satu sisi, negara menunjukkan kehadiran simboliknya melalui partisipasi kepala negara; di sisi lain, buruh tetap mengingatkan bahwa pekerjaan rumah terbesar pemerintah adalah memastikan kebijakan yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Bagi KPBI, May Day bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan panggung untuk terus menagih janji: bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh berdiri di atas pengorbanan kelas buruh, melainkan harus bertumpu pada keadilan sosial yang nyata.
_-_Copy.png)









_(1).png)
