- FSPMKI dukung pemogokan dokter Spesialis di Belu NTT : Bupati Belu jangan Baper !
- Mendag Busan Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Gresik: Perkuat Ekonomi Rakyat Berbasis Wisata dan Budaya
- PRSI Audiensi dengan BRIN, Perkuat Arah dan Kolaborasi Nasional
- Robotika untuk Negeri Hadir di Padang, Cetak Generasi Inovator dari MAN 1 Kota Padang
- Pengamat Sebut Posisi AS dan Israel Terdesak, Iran Pegang Kendali di Selat Hormuz.
- Terungkap! Kisah Perselingkuhan Suami dalam, Dalam Sujudku, Istri Pilih Bersujud di Tengah Luka
- Ketergantungan Impor Picu Krisis Plastik, Pemerintah Dorong Bioplastik Lokal
- Langkah Nyata Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Mimika
- Perang Timur Tengah dan Perebutan Energi Dunia
- Kowapta Soroti Kinerja Jakpro: Ambisi Besar Dinilai Tak Sejalan dengan Akuntabilitas
Pemerintah Siapkan Bantuan Rp3 Juta bagi 200 Ribu Usaha Mikro Korban Bencana di Sumatera
.jpg)
Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurrahman
BERNUSA.COM,Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa program pendampingan bagi pengusaha UMKM terdampak bencana di wilayah Sumatera menunjukkan perkembangan positif.
Menurut Menteri Maman, langkah pemulihan yang dijalankan pemerintah berhasil mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Baca Lainnya :
- Caritas Indonesia: Wilayah Pascabencana Sumatera Rawan Perdagangan Orang dan Migrasi Ilegal0
- Arahan Presiden Prabowo, Kementerian UMKM Bangun Klinik UMKM Bangkit0
- BNI Perkuat Aksi Kemanusiaan BUMN Peduli di Sumut, Sumbar, dan Aceh0
- Gelar Holding UMKM Expo, KemenUMKM Perkuat Ekosistem Bisnis Cetak Jagoan Ekspor0
- BNI Bergerak Cepat, Dukung Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh0
“Kementerian UMKM terus mendorong pergerakan ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar pengusaha UMKM dapat segera bangkit dan kembali produktif,” ujar Maman dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Sumatera bersama pimpinan DPR RI di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Klinik UMKM Bangkit Jadi Motor Pemulihan
Sebagai bagian dari penugasan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Kementerian UMKM meluncurkan layanan Klinik UMKM Bangkit.
Program ini memberikan pendampingan menyeluruh bagi pelaku usaha terdampak, mulai dari: akses, pembiayaan,dukungan produksi, hingga fasilitasi pemasaran produk.
Kolaborasi dengan Marketplace Digital
Dalam mendukung pemasaran, Kementerian UMKM menggandeng sejumlah platform digital seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada untuk membuka kanal belanja khusus produk UMKM dari tiga provinsi terdampak.
Sejak diluncurkan pada pertengahan Januari 2026, program tersebut mencatat kenaikan nilai penjualan hingga 27,5 persen.
Hingga 11 Februari 2026, tercatat:
3,5 juta transaksi,
2.128 item produk,
dari 2.059 pengusaha UMKM.
Produk yang paling diminati meliputi pakaian, makanan, kerajinan tangan, serta perlengkapan kecantikan.
Sumut dan Sumbar Pulih Lebih Cepat, Aceh Masih Bertahap
Data transaksi menunjukkan pemulihan yang relatif cepat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Sumatera Utara: 1,35 juta transaksi
Sumatera Barat: 2 juta transaksi
Aceh: 16,8 ribu transaksi
Menteri Maman menilai angka di Aceh mengindikasikan pelaku UMKM mulai berproduksi kembali meski masih menghadapi kendala operasional.
Restrukturisasi KUR untuk 201 Ribu Debitur
Berdasarkan pemetaan bersama sejumlah lembaga keuangan seperti BSI, BRI, Mandiri, BNI, BPD Aceh, dan Pegadaian per 17 Februari 2026, tercatat:
201.953 debitur KUR terdampak bencana,
total outstanding mencapai Rp12,19 triliun.
Rinciannya: Aceh: 125,2 ribu debitur (Rp7,38 triliun)
Sumatera Utara: 53,2 ribu debitur (Rp3,06 triliun)
Sumatera Barat: 28,4 ribu debitur (Rp1,79 triliun)
Para debitur memperoleh kemudahan berupa restrukturisasi pinjaman, masa tenggang, relaksasi agunan, hingga usulan penghapusan kredit sesuai Permenko Nomor 2 Tahun 2026.
Bantuan Rp3 Juta untuk 200 Ribu Usaha Mikro
Selain skema perbankan, pemerintah juga menyiapkan BanPres Rehabilitasi Usaha Mikro bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses perbankan.
Bantuan modal usaha sebesar Rp3 juta per penerima direncanakan diberikan kepada 200.000 usaha mikro terdampak bencana.
“Pengusaha UMKM yang belum memiliki akses perbankan perlu mendapat perhatian khusus agar pemulihan berlangsung merata,” tegas Menteri Maman.
Pasar Rakyat Mulai Beroperasi Kembali
Dalam kesempatan yang sama, Menteri
Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas menyampaikan bahwa aktivitas pasar rakyat mulai pulih.
Di Aceh, 99 dari 116 pasar rakyat telah kembali beroperasi. Sementara itu:
seluruh pasar di Sumatera Utara (47 unit) berfungsi normal,
seluruh pasar di Sumatera Barat (3 unit) juga telah aktif kembali.
Sekitar 66 persen usaha kafe, warung, dan toko terdampak di Aceh juga sudah kembali berjualan.
“Pasar dan UMKM merupakan indikator penting pergerakan ekonomi daerah. Ketika keduanya kembali hidup, maka harapan pemulihan ekonomi masyarakat semakin nyata,” ujar Tito.
Pemulihan Terukur dan Berkelanjutan
Langkah terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, serta platform digital menunjukkan bahwa pemulihan UMKM pascabencana bukan sekadar respons darurat, tetapi strategi terukur untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Melalui kolaborasi yang konsisten, pelaku UMKM di wilayah terdampak diharapkan tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.(**).
_-_Copy.png)






_(1).png)


.jpg)