- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
PNM Perkuat Pendidikan di Daerah 3T, SD Inpres Wae Moto Direvitalisasi pada Hari Anak Nasional
.jpg)
Keterangan Gambar : PNM Peduli Bangun Harapan Anak di Wae Moto.
BERNUSA.COM, Manggarai Barat – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat komitmennya terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Melalui program PNM Peduli, perusahaan melakukan revitalisasi SD Inpres Wae Moto di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, wilayah yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Mengusung tema Hari Anak Nasional 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", PNM menghadirkan dukungan nyata berupa renovasi ruang belajar, perbaikan fasilitas sanitasi, akses kebersihan, serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan sehat.
Baca Lainnya :
Di tengah keterbatasan infrastruktur, sekolah menjadi simbol harapan bagi anak-anak Wae Moto. Pendidikan dipandang sebagai jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Semangat tersebut tercermin dari Mariva Yankezia (10), siswi SD Inpres Wae Moto yang tetap bersemangat menuntut ilmu meski menghadapi berbagai keterbatasan.
"Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka," ujar Mariva.
Bagi banyak anak di Wae Moto, setiap langkah menuju sekolah merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan orang tua mereka. Kesadaran itu menjadi motivasi kuat untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa pemberdayaan yang dilakukan PNM tidak hanya berfokus pada pembiayaan usaha bagi ibu-ibu nasabah Mekaar, tetapi juga mencakup pendampingan yang memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga, termasuk pendidikan anak-anak mereka.
"Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tapi yang tak kalah penting adalah pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga, terutama anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka," ujar Kindaris.
Menurutnya, lingkungan belajar yang layak merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di daerah yang masih menghadapi tantangan akses air bersih dan sanitasi. Kehadiran fasilitas kebersihan diharapkan mampu mendukung kesehatan siswa sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih manusiawi.
Di SD Inpres Wae Moto sendiri, sebanyak 14 dari 64 siswa merupakan anak nasabah PNM Mekaar. Karena itu, revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya PNM untuk memastikan manfaat program pemberdayaan dapat dirasakan lintas generasi.
Melalui PNM Peduli, perusahaan berharap anak-anak di kawasan 3T memiliki kesempatan belajar yang lebih baik, tumbuh dengan sehat, dan terus menyalakan mimpi untuk meraih masa depan yang lebih cerah.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
