- Rekan Indonesia Apresiasi Penghargaan PMI Kepada PAM JAYA
- 10 Ribu Warga Jakpus Sampaikan Aspirasi untuk MBG
- Rieke Diah Pitaloka Minta Pemerintah Hentikan Kebijakan DO
- Membangun Posisi Tawar Gerakan Buruh Indonesia
- MBG dan Hak Kesehatan Anak sebagai Bagian Penguatan HAM.
- Ribuan Produk dan Promo Jakarta Fair 2026 Jadi Magnet Bisnis Jasa Titip
- Wamenkop Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 202
- Regenerasi Juara Dunia Dimulai, Devin dan Faathir Melaju ke Final Macau Open 2026
- Ketum Garuda Nofalia Heikal Safar Kunjungan Kerja Di Ibukota Nusantara (IKN) Jajaki Peluang Usaha Kuliner Khususnya UMKM
- Kehebohan Di Pembukaan Sepakbola KONI Cup 2026, Hadir Sang Idola
Rekan Indonesia Apresiasi Penghargaan PMI Kepada PAM JAYA

Keterangan Gambar : Dirut PAM Jaya Saat Menerima Penghargaan Dari Ketua Umum PMI, Yusuf Kala
Bernusa.com. JAKARTA – Momentum Peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Minggu (21/6/2026), menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih tumbuh subur di tengah hiruk-pikuk Ibu Kota.
Pada kesempatan tersebut, PAM JAYA menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai instansi dengan perolehan donor darah terbanyak di wilayah Jakarta Timur periode 14 Juni 2025 hingga 14 Juni 2026, dengan total 1.473 pendonor.
Ketua Umum Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia), Agung Nugroho, mengapresiasi penghargaan yang diterima PAM JAYA tersebut. Menurutnya, capaian itu tidak sekadar mencerminkan keberhasilan sebuah institusi dalam menggalang donor darah, tetapi juga menunjukkan tumbuhnya budaya kepedulian sosial di lingkungan pelayanan publik.
Baca Lainnya :
- Di Balik Bau Kaporit Air PAM: Antara Kekhawatiran dan Fakta0
- Perseroda dan Masa Depan PAM JAYA0
- Lebih Hemat, Lebih Sehat: Air PAM Jaya Kurangi Beban Warga0
- Percepatan Jaringan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat0
- PAM Jaya Targetkan Akses Air Bersih 100 Persen di Jakarta pada 20290
"Di sebuah kota yang bergerak nyaris tanpa jeda seperti Jakarta, kepedulian sering kali menjadi barang mewah. Padahal, justru dari kepedulianlah sebuah kota menemukan jiwanya. Apa yang dilakukan PAM JAYA patut diapresiasi karena telah membuktikan bahwa semangat kemanusiaan tetap hidup dan terus dirawat," ujar Agung.
Agung menilai, angka 1.473 pendonor bukan hanya sekadar statistik. Di balik angka tersebut, kata dia, tersimpan ribuan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
"Bagi sebagian orang, angka itu mungkin hanya deretan data. Namun, jika kita memandang lebih dekat, di balik angka tersebut tersimpan banyak cerita. Ada pasien yang kembali memiliki harapan untuk sembuh, ada keluarga yang bisa tersenyum lega, dan ada anak yang masih dapat memeluk orang tuanya. Sebab, setiap tetes darah pada akhirnya adalah tentang kehidupan," katanya.
Menurut Agung, penghargaan yang diterima PAM JAYA memiliki makna yang lebih luas. Sebagai institusi yang selama ini dikenal menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat Jakarta, PAM JAYA dinilai berhasil menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak berhenti pada urusan teknis semata.
"Selama ini PAM JAYA identik dengan pelayanan air bersih. Namun melalui gerakan donor darah yang secara konsisten dilakukan bersama Daya Wanita PAM JAYA dan PKK DKI Jakarta selama empat tahun terakhir, PAM JAYA menunjukkan bahwa pelayanan publik juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan," ungkapnya.
Ia menambahkan, sebuah kota tidak hanya dibangun oleh infrastruktur fisik seperti jalan, gedung, atau beton, melainkan juga oleh rasa peduli antarwarga.
"Donor darah adalah bentuk gotong royong yang paling sederhana sekaligus paling mulia. Tidak membutuhkan pidato panjang, tidak memerlukan sorotan kamera, dan tidak menuntut balasan. Cukup meluangkan sedikit waktu, lalu memberikan sebagian kecil dari diri kita agar orang lain dapat terus melanjutkan hidupnya," tutur Agung.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualistis, Agung berharap semangat donor darah terus dirawat dan dijadikan budaya bersama.
"Sebuah bangsa akan tetap kuat bukan hanya karena kemajuan teknologinya, melainkan karena kemanusiaan warganya masih hidup dan terus mengalir. Penghargaan yang diterima PAM JAYA ini bukan sekadar tentang siapa yang mengumpulkan donor terbanyak, tetapi tentang bagaimana kepedulian dapat menjadi budaya. Karena ketika air mengalir, kehidupan tumbuh. Dan ketika kepedulian mengalir, harapan akan selalu menemukan jalannya," pungkasnya.
_-_Copy.png)







_(1).png)

