- BRI Region 11 Yogyakarta Hadirkan Promo Tiket K24 Run 2026 melalui BRImo
- Heikal Safar Sampaikan Sebanyak 373 Pengurus Taman Iskandar Muda Periode 2026-2030. Telah Resmi Dilantik
- Tekan Angka Kecelakaan, Polda Jabar Gencarkan Operasi Patuh Lodaya 2026
- Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia
- Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug, Wujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang
- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
Percepatan Jaringan Pipa PAM Jaya Dinilai Tepat

Keterangan Gambar : Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute
JAKARTA — Langkah percepatan pembangunan jaringan air perpipaan oleh PAM Jaya dinilai sebagai kebijakan strategis dalam menjawab persoalan klasik Jakarta: krisis air bersih dan ketergantungan pada air tanah.
Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai proyek yang tengah berjalan tidak bisa dipandang semata sebagai pembangunan infrastruktur fisik. Lebih dari itu, upaya ini merupakan bagian dari transformasi mendasar sistem layanan air di ibu kota.
“Ini bukan sekadar ekspansi jaringan, tapi upaya jangka panjang untuk mengurangi eksploitasi air tanah sekaligus menjaga keberlanjutan kota,” ujar Agung dalam keterangannya, Jumat.
Baca Lainnya :
- PAM Jaya Targetkan Akses Air Bersih 100 Persen di Jakarta pada 20290
- Bayang-Bayang Perang Timur Tengah0
- Agung Nugroho: Kritik Tata Kota Jakarta Barat Harus Disertai Solusi Konkret0
- Jakarta Institute: Pergub Pengelolaan Air Harus Dilihat dalam Konteks Krisis Lingkungan0
Ia menjelaskan, penggunaan air tanah yang masif selama ini telah berkontribusi pada penurunan muka tanah dan memperbesar risiko banjir. Dalam konteks tersebut, percepatan pembangunan jaringan perpipaan menjadi langkah yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak.
Di tengah proses percepatan, Agung melihat adanya indikasi bahwa PAM Jaya tetap berupaya menjaga kualitas pelaksanaan proyek. Penguatan pengawasan serta penegasan standar operasional disebut menjadi sinyal bahwa pembangunan tidak dilakukan secara serampangan.
Terkait insiden di kawasan Condet, Jakarta Timur, ia menilai peristiwa tersebut perlu dilihat secara proporsional sebagai bagian dari dinamika proyek berskala besar.
“Dalam proyek sebesar ini, tantangan di lapangan tidak bisa dihindari. Yang menjadi kunci adalah bagaimana respons dan langkah perbaikannya dilakukan secara cepat dan terukur,” katanya.
Menurut Agung, sejauh ini terdapat upaya evaluasi yang cukup jelas, termasuk penguatan pengawasan terhadap mitra kerja. Hal ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek.
Ia menegaskan, pembangunan jaringan perpipaan tidak hanya soal mengejar target cakupan layanan, tetapi juga menyangkut pembangunan kepercayaan publik.
“Target bisa dikejar, tetapi keselamatan tidak boleh dikompromikan. Kepercayaan publik lahir dari konsistensi menjaga itu,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur hampir selalu membawa dampak sementara di ruang publik, seperti pekerjaan galian dan gangguan aktivitas warga. Namun, hal tersebut dinilai sebagai bagian dari fase transisi menuju sistem layanan yang lebih baik.
Belajar dari pengalaman berbagai kota besar, transformasi layanan air bersih memang tidak pernah berlangsung tanpa tantangan. Keberhasilan, kata dia, sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjaga standar serta kemampuan merespons persoalan di lapangan.
“Arah kebijakan PAM Jaya sudah berada di jalur yang tepat. Dengan pengawasan yang diperkuat dan komitmen terhadap keselamatan, pembangunan ini punya fondasi yang cukup kuat untuk terus mendapatkan kepercayaan publik,” kata Agung.
_-_Copy.png)









_(1).png)
