- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
Satreskrim Polresta Sidoarjo Ungkap Oplosan Gas 3 Kg ke 12 Kg, Dua Tersangka Diamankan

Keterangan Gambar : Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo berhasil membongkar praktik penyalahgunaan elpiji 3 kilogram bersubsidi di Perumahan Pondok Mutiara.
BERNUSA.COM, Sidoarjo — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo berhasil membongkar praktik penyalahgunaan elpiji 3 kilogram bersubsidi di Perumahan Pondok Mutiara, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Dalam pengungkapan tersebut, dua orang tersangka berinisial MNH dan MR berhasil diamankan.
Kapolresta Sidoarjo, Christian Tobing, dalam konferensi pers pada Senin (4/5/2026), menjelaskan bahwa para pelaku menjalankan aksinya di sebuah rumah kontrakan guna menghindari kecurigaan warga sekitar.
“Tersangka memindahkan isi gas elpiji 3 kg bersubsidi ke dalam tabung 12 kg nonsubsidi di rumah kosong bertuliskan rumah dijual untuk menghindari kecurigaan masyarakat,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Haru di Juanda: Jamaah Haji Plus Jatim Resmi Berangkat ke Tanah Suci, Doa Keluarga Mengiringi0
- Kebijakan Adv Kominfo Sidoarjo Disorot, Media Lokal Pertanyakan Transparansi Seleksi0
- Semangat Hari Kartini Bank Syariah Annisa Mukti Tingkatkan Pelayanan Nasabah Lebih Prima0
- Langkah Nyata Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Mimika0
- Indonesia Menuju Era Demokrasi Baru: Membaca Regresi Militerisme dengan Data, Teori, dan Fakta Mutakhir.0
Menurut polisi, praktik ilegal tersebut telah berlangsung sejak tahun 2022 dan melibatkan satu pelaku lain berinisial RD yang kini masih dalam pengejaran.
Dalam operasinya, para pelaku memindahkan isi empat tabung elpiji 3 kg ke dalam satu tabung elpiji 12 kg untuk kemudian dijual kembali.
Dari aksi tersebut, pelaku memperoleh keuntungan sekitar Rp 80.000 per tabung 12 kg. Dengan modal empat tabung subsidi seharga Rp 80.000, gas oplosan tersebut dijual dengan harga Rp 130.000 hingga Rp 160.000.
Setiap pekan, komplotan ini mampu menjual sedikitnya 60 tabung ke wilayah Gresik dan Lamongan. Dengan frekuensi produksi dua hingga tiga kali per minggu, keuntungan yang diraup diperkirakan mencapai Rp 19.200.000 per bulan.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil pikap, timbangan, alat suntik, serta ratusan tabung gas.
Secara rinci, barang bukti meliputi 213 tabung kosong, 90 tabung berisi elpiji 3 kg, dan 109 tabung berisi elpiji 12 kg hasil oplosan.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 dan/atau Pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara serta denda hingga Rp 60 miliar.(R/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
