- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
Slank Hadirkan Warna Musik Baru Lewat Republik Fufufafa, Album yang Sarat Pesan dan Makna

Keterangan Gambar : Band legendaris Slank resmi meluncurkan album studio ke-26 bertajuk "Republik Fufufafa" pada Jumat (5/6/2026).
BERNUSA.COM, Jakarta– Band legendaris Slank resmi meluncurkan album studio ke-26 bertajuk "Republik Fufufafa" pada Jumat (5/6/2026). Tanggal tersebut dipilih bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sejalan dengan tema besar yang diusung dalam album terbaru mereka.
Peluncuran album digelar dalam acara "Album Launching Party Republik Fufufafa Bareng Slank" di Markas Slank, Potlot 14, Jakarta Selatan. Album ini menjadi karya terbaru Slank yang memadukan pesan lingkungan, kritik sosial, kisah cinta, serta semangat anak muda yang selama ini menjadi ciri khas perjalanan musikal mereka.
Album "Republik Fufufafa" berisi 10 lagu baru yang proses rekamannya dilakukan selama bulan suci Ramadan 2025. Rekaman berlangsung di Flat 5 Studio milik Ridho Hafiedz dan dilanjutkan di Parah Studio, Potlot 14.
Baca Lainnya :
Selama dua pekan, para personel Slank menjalani proses kreatif yang intens. Aktivitas dimulai sejak pagi dengan workshop musik, dilanjutkan sesi tracking instrumen secara bergantian hingga menjelang waktu berbuka puasa. Di sela-sela proses tersebut, mereka tetap menjalankan ibadah salat berjamaah dan berbuka puasa bersama.
Bimbim mengungkapkan bahwa sebagian besar lagu dalam album ini mulai ditulis sepanjang tahun 2024, sementara Kaka turut menyumbangkan karya yang telah ditulis sejak 2021. Secara musikal, album ini menghadirkan variasi genre yang lebih segar, mulai dari alternative rock, rock n' roll hingga balada melankolis.
Sebelum album resmi dirilis, dua lagu berjudul "Republik Fufufafa" dan "PPN 12%" telah lebih dahulu diperkenalkan kepada publik. Kedua lagu tersebut langsung menjadi perbincangan hangat dan trending topic di berbagai platform media sosial karena mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Peluncuran album juga dibarengi dengan perilisan video musik lagu "Rusak Ancur". Lagu ciptaan Bimbim tersebut menjadi medium kritik keras terhadap berbagai bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi akibat eksploitasi alam.
Selain itu, lagu "Jangan Rakus" karya Kaka mengajak masyarakat untuk hidup secukupnya dan tidak terjebak dalam budaya membandingkan diri dengan orang lain. Pesan tersebut dituangkan melalui lirik sederhana namun relevan dengan kehidupan modern.
Nuansa romantis hadir melalui lagu "Di Dekatmu" yang ditulis Kaka bersama Bimbim. Lagu ini menghadirkan aransemen melankolis yang menggambarkan kerinduan seorang pria terhadap sosok wanita yang dicintainya.
Sementara itu, "My Rinduku" menjadi lagu cinta dengan lirik sederhana namun menyentuh. Lagu ini juga menghadirkan kembali unsur siulan khas yang sudah lama tidak terdengar dalam karya-karya Slank.
Album ini juga menyimpan sisi emosional melalui lagu "Papa Sid". Lagu yang dinyanyikan langsung oleh Bimbim tersebut merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan kerinduan kepada sosok panutannya, almarhum Pak Sidharta.
Pada bagian akhir album, Slank menyajikan lagu "Bunga Rindu", "Buka Baju", serta "Ku Tak Mungkin". Ketiganya menghadirkan karakter berbeda, mulai dari kisah kehidupan yang penuh misteri, gaya slengean khas Slank, hingga lagu cinta yang mengangkat tema kesetiaan.
Album "Republik Fufufafa" mulai tersedia secara digital di berbagai platform streaming musik pada 6 Juni 2026. Selain format digital, Slank juga akan menghadirkan versi fisik berupa kaset, CD, dan piringan hitam (vinyl) dengan desain sampul yang berbeda untuk masing-masing format.
Menariknya, seluruh foto yang digunakan dalam album fisik diabadikan menggunakan kamera analog oleh fotografer Heret Frasthio, memberikan sentuhan artistik dan nilai koleksi tersendiri bagi para penggemar.
Daftar Lagu Album Republik Fufufafa:
1. Republik Fufufafa
2. Rusak Ancur
3. Jangan Rakus
4. Di Dekatmu
5. My Rinduku
6. Papa Sid
7. PPN 12%
8. Bunga Rindu
9. Buka Baju
10. Ku Tak Mungkin
Melalui album ini, Slank kembali menegaskan eksistensinya sebagai band yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyuarakan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan melalui musik.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
