Sosialisasi Pemilahan Sampah Tanpa Tempat Sampah: Dinas LH DKI Tuai Sorotan

By Agung Nugroho 10 Mei 2026, 09:44:09 WIB DKI Jakarta
Sosialisasi Pemilahan Sampah Tanpa Tempat Sampah: Dinas LH DKI Tuai Sorotan

Keterangan Gambar : Sampah Berserakan Di Lokasi Acara Pencanangan 5 Abad DKI Jakarta


Bernusa.com. JAKARTA— Ironi tampak dalam kegiatan sosialisasi pemilahan sampah yang dirangkaikan dengan pencanangan menuju 5 Abad DKI Jakarta di kawasan Rasuna Sahid, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026). Di tengah semangat mengkampanyekan kesadaran lingkungan dan budaya memilah sampah kepada masyarakat, justru minim ditemukan fasilitas tempat sampah di area kegiatan.

Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari sejumlah pengunjung yang hadir dalam acara. Banyak peserta terlihat kebingungan membuang sampah bekas makanan dan minuman karena tidak tersedianya tempat sampah yang memadai di beberapa titik keramaian. Akibatnya, sebagian sampah tampak dibuang di pinggir jalan depan tenant UMKM karena pengunjung tidak menemukan lokasi pembuangan sampah yang jelas.

“Dari tadi saya muter nyari tempat sampah enggak ketemu. Padahal ini acaranya tentang pemilahan sampah, tapi tempat sampahnya malah susah dicari,” ujar Zahra, warga Mampang, sambil membawa kemasan makanan yang baru dibelinya.

Baca Lainnya :

Menurut Zahra, kondisi tersebut membuat pengunjung serba salah karena di satu sisi masyarakat diminta menjaga kebersihan, namun fasilitas pendukung di lokasi acara belum tersedia secara memadai. “Akhirnya banyak yang buang sampah di pinggir jalan depan tenant karena bingung harus buang ke mana,” katanya.

Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya kesiapan teknis penyelenggaraan kegiatan bertema lingkungan. Sosialisasi pemilahan sampah seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan ajakan simbolik, tetapi juga diwujudkan melalui penyediaan sarana pendukung yang memadai agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan budaya pengelolaan sampah secara benar.

Momentum pencanangan 5 Abad DKI Jakarta semestinya menjadi gambaran kesiapan ibu kota menuju kota global yang tertib, bersih, dan berbudaya lingkungan. Namun kelalaian dalam penyediaan fasilitas dasar seperti tempat sampah justru memperlihatkan kontradiksi antara pesan kampanye dengan kondisi di lapangan.

Masyarakat berharap ke depan kegiatan bertema lingkungan tidak hanya menonjolkan panggung seremoni dan slogan, melainkan benar-benar memperhatikan aspek teknis dan edukatif secara menyeluruh. Sebab kesadaran menjaga lingkungan tidak akan tumbuh maksimal apabila fasilitas pendukungnya sendiri belum disiapkan secara serius.