- Apmiso Jadi Motor Penguatan Pedagang Mi dan Bakso
- Pemprov DKI Gelar Jakarta SOLID, Pramono Anung Tekankan Peran Publik Tangkal Hoaks di Era AI
- Ancaman dan Kekerasan Terhadap Anak, Oknum Polisi Surabaya Didesak Dipecat
- JKB Gandeng PSI di DPRD DKI, Dorong Kolaborasi Lawan Intoleransi
- LPKP Soroti Dugaan Pembiaran Tambang Emas Ilegal di Barito Utara, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
- PRSI dan Kementerian ESDM Dorong Pengembangan SDM Energi Berbasis Robotika dan AI
- Wamenkop: Koperasi Harus Masuk Sektor Produksi hingga Distribusi
- Satreskrim Polresta Sidoarjo Ungkap Oplosan Gas 3 Kg ke 12 Kg, Dua Tersangka Diamankan
- Haru di Juanda: Jamaah Haji Plus Jatim Resmi Berangkat ke Tanah Suci, Doa Keluarga Mengiringi
- Bahas Aspirasi Pekerja hingga Peran Kampus, Ratas Kabinet Merah Putih Perkuat Kebijakan Pro-Rakyat
Apmiso Jadi Motor Penguatan Pedagang Mi dan Bakso

Keterangan Gambar : Menteri Maman pada acara Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta, Rabu (6/5)
BERNUSA.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya peran asosiasi pengusaha UMKM dalam memperkecil kesenjangan ekonomi antarskala usaha sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha rakyat.
Menteri Maman saat memberikan sambutan dalam pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Mi dan Bakso (Apmiso) DKI Jakarta pada ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta, Rabu (6/5), mengatakan visi besar Presiden adalah mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial.
“Bentuk konkretnya adalah menjaga disparitas antara usaha mikro, kecil, dan menengah agar tidak terlalu tinggi,” ujar Menteri Maman.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Dorong Kota Banjarbaru Masuk Identitas Gastronomi Dunia0
- Ketergantungan Impor Picu Krisis Plastik, Pemerintah Dorong Bioplastik Lokal0
- Bazar Rakyat Monas Diserbu Warga, Menteri UMKM: Momentum Bangkitkan Ekonomi Usai Lebaran0
- Lebih dari 100 UMKM Ramaikan Bazar Ramadhan Kementerian UMKM di Jakarta0
- Menteri UMKM Tekankan Pentingnya Perkuat Pasar Dalam Negeri0
Menteri Maman menuturkan, para pedagang mie dan bakso akan memiliki kekuatan usaha yang lebih besar apabila tergabung dalam wadah organisasi yang solid. Kehadiran asosiasi dinilai mampu memperluas kemitraan usaha sekaligus mempermudah akses pembiayaan bagi para pengusaha UMKM.
Ia mencontohkan kolaborasi Apmiso dengan lembaga perbankan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai dapat membuka akses permodalan lebih luas bagi para pedagang sehingga mendorong peningkatan kapasitas dan pertumbuhan usaha.
Selain memperkuat akses pembiayaan, keberadaan asosiasi juga dinilai penting sebagai jembatan komunikasi antara pengusaha UMKM dan pemerintah. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan serta kondisi nyata di lapangan.
“Kolaborasi positif antara Apmiso, perbankan, dan koperasi seharusnya bisa menghasilkan akselerasi pertumbuhan dan percepatan peningkatan ekonomi usaha pedagang-pedagang mi ayam dan bakso,” katanya.
Menteri Maman menegaskan, komunikasi yang terbangun dengan baik antara pemerintah dan pengusaha UMKM melalui asosiasi usaha akan menghasilkan kebijakan yang semakin progresif, konkret, dan tepat sasaran untuk mendukung tumbuh kembang UMKM nasional.
“Kehadiran asosiasi usaha seperti Apmiso menjadi ujung tombak untuk menduniakan bakso dan mi,” tegas Menteri UMKM.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Pembina Apmiso Dudung Abdurachman menekankan pentingnya kolaborasi antara para pedagang mi dan bakso dengan kementerian serta lembaga terkait agar tercipta kekuatan bersama dalam mendorong pemberdayaan dan kemajuan UMKM.
Menurut Dudung, kehadiran asosiasi seperti Apmiso dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang kerap dihadapi pedagang dalam menjalankan usaha mereka.
“Saya berharap pengurus asosiasi ini bisa menampung dan menyampaikan aspirasi dari para pedagang mi dan bakso,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Maman bersama Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut menghadiri pelantikan Ketua DPW Apmiso DKI Jakarta periode 2026–2031, Iskandar, beserta jajaran pengurus asosiasi.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

