- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
Tak Cukup Andalkan APBD, BPD Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Regional

Keterangan Gambar : The Asian Post Best Regional Champion Forum 2026 yang digelar di Solo, Kamis (16/4/2026).
BERNUSA.COM, Solo, – Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan ekonomi daerah di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang The Asian Post Best Regional Champion Forum 2026 yang digelar di Solo, Kamis (16/4/2026).
Menurut Agus, ke depan kekuatan ekonomi daerah tidak lagi hanya ditentukan oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga oleh kemampuan BPD dalam mengelola dan menggerakkan aliran dana di daerah.
Baca Lainnya :
“Ke depan, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh APBD, tetapi juga oleh seberapa kuat BPD mampu mengelola, menggerakkan, dan mengakselerasi aliran dana di daerah,” ujarnya.
BPD Harus Naik Kelas
Agus menegaskan, peran BPD tidak bisa lagi terbatas sebagai lembaga intermediasi keuangan yang pasif. Ia meminta BPD bertransformasi menjadi aktor utama dalam ekosistem ekonomi daerah.
“BPD tidak boleh hanya menjadi tempat parkir dana pemerintah daerah. BPD harus naik kelas menjadi orkestrator pengelolaan keuangan daerah, penjaga stabilitas likuiditas, sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi regional,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan transfer kas daerah memiliki implikasi strategis terhadap likuiditas, kapasitas pembangunan, serta keberlanjutan ekonomi daerah.
Tantangan Fiskal Jadi Momentum
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyoroti tekanan terhadap Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBN yang berpotensi mempersempit ruang fiskal daerah. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada belanja pembangunan dan aktivitas ekonomi lokal.
Namun demikian, ia melihat tantangan tersebut sebagai peluang bagi BPD untuk memperkuat perannya.
“Tantangan ini justru merupakan momentum bagi BPD untuk mengoptimalkan pengelolaan dana daerah, memperkuat intermediasi ke sektor produktif, serta membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi,” jelasnya.
Tiga Fokus Transformasi BPD
Dalam forum yang turut dihadiri pejabat pemerintah, regulator, serta pimpinan BPD seluruh Indonesia itu, Agus memaparkan tiga fokus utama penguatan BPD ke depan:
Penguatan tata kelola dan manajemen risiko untuk meningkatkan kepercayaan publik
Transformasi digital dan operasional guna meningkatkan efisiensi layanan
Penguatan peran dalam ekosistem daerah, termasuk dukungan terhadap UMKM dan sektor produktif
BPD sebagai Solusi Ekonomi Daerah
Agus menegaskan, di tengah keterbatasan fiskal, BPD memiliki posisi strategis sebagai solusi dalam mendukung pembangunan daerah. “Di tengah keterbatasan fiskal, BPD adalah solusi, bukan sekadar pelengkap,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Infobank Media Group atas konsistensinya mendorong peningkatan kualitas industri perbankan daerah melalui forum tersebut.
Dorong Sinergi Nasional
Melalui forum ini, Asbanda berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan daerah.
“Kami optimis BPD akan semakin mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, penjaga stabilitas keuangan regional, serta motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Agus.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
