UKM KPI Unhas dan Dinas SDABK Bone Perkuat Kemitraan Pengembangan Irigasi melalui Penandatanganan LoA

By Ahmad Romdoni 03 Agu 2026, 07:41:10 WIB Daerah
UKM KPI Unhas dan Dinas SDABK Bone Perkuat Kemitraan Pengembangan Irigasi melalui Penandatanganan LoA

Keterangan Gambar : Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone menandatangani Letter of Agreement (LoA) sebagai landasan kerja sama dalam pengembangan pengelolaan irigasi yang berkelanjutan. Penandatanganan berlangsung di Hotel Novena, Watampone


BERNUSA.COM: BONE, SULAWESI SELATAN – Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone menandatangani Letter of Agreement (LoA) sebagai landasan kerja sama dalam pengembangan pengelolaan irigasi yang berkelanjutan. Penandatanganan berlangsung di Hotel Novena, Watampone, Kamis (30/7/2026).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., bersama Ketua Umum UKM KPI Universitas Hasanuddin, Aydil Fitra Mulya. LoA menjadi tindak lanjut implementasi program Mannennungeng: Smart Hydro Loop yang dijalankan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM KPI Unhas di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.

Kerja sama tersebut merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Universitas Hasanuddin yang telah ditandatangani pada 20 Oktober 2025. Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak akan bersinergi dalam penguatan tata kelola irigasi, peningkatan efisiensi pemanfaatan air, pengembangan kapasitas kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A), serta penerapan inovasi untuk mendukung modernisasi sektor irigasi.

Baca Lainnya :

    Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi.

    "Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pengelolaan jaringan irigasi, sekaligus mendorong efisiensi penggunaan air dan produktivitas sektor pertanian. Sinergi seperti ini menjadi penting untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Kasdar.

    Melalui LoA tersebut, Dinas SDABK Kabupaten Bone akan memberikan dukungan berupa pendampingan teknis, supervisi pelaksanaan program, penguatan tata kelola jaringan irigasi, serta koordinasi dengan petugas teknis dan kelembagaan P3A/GP3A guna mendukung implementasi program secara berkelanjutan.

    Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan penandatanganan LoA merupakan hasil dari proses koordinasi dan penyelarasan program yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bone.

    "Sejak tahap perencanaan, kami menyampaikan hasil identifikasi lapangan, potensi efisiensi penggunaan air, hingga rencana implementasi teknologi yang dikembangkan. Kesamaan tujuan antara tim dan pemerintah daerah menjadi dasar terbangunnya kerja sama ini. Kami berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas pemanfaatan inovasi dalam mendukung pengelolaan irigasi yang lebih efektif," kata Fadel.

    Dosen pendamping Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi elemen penting dalam memastikan keberlanjutan inovasi yang dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat.

    "Hasil riset dan inovasi akan memberikan manfaat yang lebih luas apabila didukung oleh kolaborasi lintas sektor. Melalui kerja sama ini, kami berharap berbagai inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan sektor pertanian," ujarnya.

    Penandatanganan LoA tersebut menandai penguatan kemitraan antara Universitas Hasanuddin dan Pemerintah Kabupaten Bone dalam pengembangan sistem irigasi yang lebih adaptif. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola sumber daya air sekaligus mendorong pemanfaatan inovasi perguruan tinggi sebagai bagian dari pembangunan pertanian yang berkelanjutan.