- Pemkot Bandung Siap Dukung Program Masjid Agung untuk Kesejahteraan Masyarakat
- UMKM Naik Kelas Jadi Kunci Pertumbuhan Daerah, Kementerian UMKM Gelar Festival Nasional
- KPBI Terus Dorong Penyelesaian Kasus 133 Anggota FSBPI di PT Amos
- PKB Tegaskan Komitmen Kawal Sukses Program Makan Bergizi Gratis
- Andi Arief: Pemerintah dan Koalisi Perlu Lebih Sabar Hadapi Kritik Publik
- SPPLNI-KPBI Adukan Dugaan Union Busting Ke DPR RI
- Buktikan Potensi Tanpa Batas, Siswa SLB C Mahardika Tampil Gemilang di Pentas Seni
- Kontraktor Menjerit, FORJASI Desak Pemerintah Segera Terbitkan SE Adjusment HPS Nasional
- Menginspirasi Lewat Aksi Nyata, IPDA Zulhamsyah Putra Konsisten Menjadi Sahabat Masyarakat
- Juara Australia Open 2026, Alwi Farhan Jadi Harapan Baru Bulu Tangkis Indonesia
UMKM Naik Kelas Jadi Kunci Pertumbuhan Daerah, Kementerian UMKM Gelar Festival Nasional

Keterangan Gambar : Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026
BERNUSA.COM, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem usaha yang aman, inklusif, dan kondusif bagi pelaku UMKM agar mampu tumbuh, berdaya saing, serta naik kelas.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 yang mengintegrasikan berbagai layanan bagi pelaku usaha, mulai dari penguatan legalitas usaha, sertifikasi mutu, perlindungan produk, hingga perluasan akses pembiayaan.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa pemerintah terus menghadirkan berbagai bentuk pendampingan agar pelaku UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, kemudahan perizinan, sertifikasi, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor penting dalam mendorong UMKM naik kelas.
Baca Lainnya :
"Kami berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin dalam konteks pemberian perizinan, pendampingan usaha, sertifikasi, serta akses pembiayaan, baik KUR maupun non-KUR. Semua layanan tersebut kami kemas dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro," ujar Maman usai membuka festival di Balikpapan, Rabu (17/6).
Menteri Maman mengungkapkan bahwa langkah tersebut menjadi sangat penting mengingat tingkat legalitas usaha di kalangan UMKM masih relatif rendah. Saat ini, sekitar 77 persen UMKM di Indonesia belum memiliki legalitas usaha, sehingga masih menjalankan aktivitas usahanya secara informal.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian UMKM memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga dunia usaha.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mempercepat transformasi dan formalisasi usaha mikro agar semakin banyak pelaku UMKM memperoleh kepastian hukum, perlindungan usaha, serta akses terhadap berbagai program pemberdayaan dan pengembangan usaha.
Pemerintah meyakini bahwa penguatan legalitas dan akses pembiayaan akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Karena kita menyadari bahwa ketika UMKM tumbuh dan mendapatkan akses perizinan serta pembiayaan yang masif dan optimal, maka roda perekonomian daerah juga akan bergerak," kata Maman.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menilai tantangan yang dihadapi UMKM ke depan semakin kompleks. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor perbankan untuk mempercepat transformasi UMKM.
"Oleh karena itu, UMKM harus terus kita dorong untuk naik kelas. Dari usaha yang belum memiliki legalitas menjadi usaha yang legal, dari usaha tradisional menjadi usaha yang memanfaatkan teknologi digital, serta dari usaha yang hanya bertahan menjadi usaha yang mampu berkembang dan berdaya saing," ujar Rudy.
Ia juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
"Bagaimana agar UMKM kita bisa segera naik kelas sehingga ekonomi daerah semakin kuat, tingkat pengangguran berkurang, dan kesejahteraan masyarakat Insya Allah semakin meningkat," tambahnya.
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 akan diselenggarakan di 10 lokasi di seluruh Indonesia dengan melibatkan sekitar 1.000 pelaku usaha mikro. Balikpapan menjadi kota pertama yang mengawali rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem usaha mikro yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

