- Heikal Safar Sampaikan Sebanyak 373 Pengurus Taman Iskandar Muda Periode 2026-2030. Telah Resmi Dilantik
- Tekan Angka Kecelakaan, Polda Jabar Gencarkan Operasi Patuh Lodaya 2026
- Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia
- Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug, Wujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang
- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Vulnerability management semakin menghadapi tantangan karena lingkungan enterprise berubah terus-menerus. Ketika assessment dilakukan terlalu jarang, hasil yang diterima tim keamanan dapat segera tertinggal setelah aplikasi, infrastruktur, atau konfigurasi berubah.
Zentara melihat empat perubahan penting dalam pendekatan vulnerability management: assessment on demand, prioritisasi berdasarkan exploitability, output yang langsung terhubung ke workflow, dan penggunaan tenaga ahli untuk melakukan validasi mendalam.
Melalui AVAS, komponen lingkungan enterprise dapat dipindai secara paralel. Menurut Zentara, full enterprise assessment dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit. Hal tersebut memungkinkan assessment dilakukan setelah release besar, perubahan infrastruktur, atau ketika vulnerability kritis baru dipublikasikan.
Baca Lainnya :
- PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 20260
- IMAGO Technologies Meluncurkan PaperSmart Dual-Mode Tablet dengan EdPrep.ai0
- BRI BO Sunter Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan0
- Bank Jakarta Disiapkan Makin Kuat, Pemprov DKI Usulkan Peningkatan Modal Dasar0
- BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan0
Prioritas juga tidak hanya ditentukan oleh CVSS. AVAS menggunakan sinyal exploitability, informasi threat feed, status known-exploited vulnerability, peran aset dalam bisnis, dan sinyal predictive modelling untuk membantu menentukan temuan yang perlu mendapat perhatian.
Pendekatan tersebut menempatkan vulnerability assessment platform sebagai bagian dari vulnerability assessment services, bukan sebagai pengganti validasi manusia.
Automation dapat membantu menemukan dan memprioritaskan kerentanan, tetapi pembuktian dampak tetap membutuhkan pengujian manual. Dalam praktiknya, certified testers dapat melakukan exploitation dan lateral movement dalam scope yang telah diotorisasi untuk membuktikan bagaimana sebuah rangkaian kelemahan dapat memengaruhi aset penting.
Dengan assessment yang lebih cepat dan output yang dapat dihubungkan ke SOC, SIEM, serta DevSecOps, vulnerability management dapat bergerak dari proyek berkala menjadi proses yang lebih berkelanjutan.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
_-_Copy.png)









_(1).png)
