- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
- Membawa Kehangatan ke Kota Pahlawan, Scandia Hadir di PRJ Surabaya 2026
AHY Tegaskan Politik Perempuan Bukan Formalitas

Keterangan Gambar : AHY Ketum Partai Demokrat
Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono menanggapi putusan terbaru Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan partai politik memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam daftar calon legislatif pada Pemilu. Dalam putusan tersebut, partai yang tidak memenuhi ketentuan terancam didiskualifikasi dari kepesertaan Pemilu.
Pria yang akrab disapa AHY itu menegaskan, kebijakan keterwakilan perempuan sejatinya bukan hal baru bagi Partai Demokrat. Menurutnya, Demokrat selama ini telah memberi ruang yang luas bagi kader perempuan untuk tampil dan mengambil peran strategis dalam dunia politik.
AHY mengatakan, pemenuhan kuota 30 persen tidak semata dipandang sebagai kewajiban administratif atau formalitas politik belaka. Ia menilai kehadiran perempuan dalam politik memiliki kontribusi penting dalam memperkuat kualitas demokrasi dan pembangunan bangsa.
Baca Lainnya :
- Buka Puasa Alumnus PRD Jabodetabek0
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo0
“Bagi kami, ini bukan sekadar afirmasi. Kehadiran politisi perempuan membawa perspektif, gagasan, serta perjuangan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar AHY.
Ia juga menyampaikan bahwa Partai Demokrat secara konsisten berupaya memenuhi keterwakilan perempuan dalam setiap kontestasi legislatif. Bahkan, Demokrat berharap semakin banyak kader perempuan yang nantinya mampu menempati posisi penting, baik di legislatif maupun eksekutif, di tingkat pusat maupun daerah.
Menanggapi sikap tegas MK dalam putusan terbaru tersebut, AHY memastikan Demokrat akan terus memperkuat proses kaderisasi dan membuka ruang lebih luas bagi perempuan Indonesia untuk bergabung dalam perjuangan politik partai.
“Kami ingin terus menyiapkan kader-kader perempuan terbaik dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan Indonesia untuk ikut berjuang bersama Partai Demokrat demi masa depan bangsa,” tutupnya.
_-_Copy.png)









_(1).png)
