- Farida Farichah Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha, Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa
- Dari Bali ke Hollywood, Film Bandit Taklukkan Juri Internasional di Los Angeles
- Azteca Membisu! Inggris Datang Kalahkan Meksiko
- Ragnarok di MetLife: Haaland Mengantar Brasil Pulang, Norwegia Menulis Sejarah!
- Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Akankah Kejutan Kembali Terjadi?
- Yang Dibeli Bukan Sekadar Hak Siar, Tapi Pemerataan Akses bagi Seluruh Rakyat Indonesia
- GMNI DKI Tuntut Kemenhan-TNI: Jangan Lindungi Kolonel Koruptor!
- Front One And Azana Syle Hotel Madura Raih Sertifikat Halal, Perkuat Komitmen Industri Perhotelan Ramah Wisatawan
- Wakapolri: Kepercayaan Publik Adalah Kekuatan Polri di Tengah Tantangan Global
- Baznas Bazis Jakarta Timur Serahkan Rumah Layak Huni bagi Keluarga Penerima Manfaat di Makasar
Farida Farichah Dorong Mahasiswa Jadi Wirausaha, Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa

Keterangan Gambar : Wamenkop Farida Farichah.
BERNUSA.COM, Blitar – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan pemerintah tengah melakukan reposisi arah pembangunan ekonomi nasional dengan mengembalikan kedaulatan sumber daya alam dan produktivitas masyarakat desa ke tangan masyarakat melalui wadah koperasi.
Hal tersebut disampaikan Wamenkop saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Ilmiah bertajuk Strategi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Minggu (5/7).
Di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika, Farida menyoroti kondisi ekonomi di tingkat hilir yang masih diwarnai ketergantungan petani terhadap tengkulak. Menurutnya, keterbatasan modal membuat petani tidak memiliki posisi tawar dalam menentukan harga hasil panen.
Baca Lainnya :
Sebagai solusi, pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto menginisiasi pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai ekosistem ekonomi desa yang menghubungkan akses permodalan perbankan dengan teknologi pengolahan hasil pertanian.
"Kita ingin gabah itu dibeli melalui Koperasi Desa Merah Putih, dikeringkan, lalu dikemas menjadi beras premium di desa itu sendiri. Ketika ada kenaikan nilai jual 30 hingga 50 persen, pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan itu terjadinya di desa, bukan dibawa keluar oleh pabrik-pabrik besar," ujar Farida.
Menurutnya, langkah tersebut akan menciptakan nilai tambah yang dinikmati langsung masyarakat desa sekaligus memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Selain membahas penguatan koperasi, Wamenkop juga menantang mahasiswa UNU Blitar untuk membangun pola pikir kewirausahaan sejak di bangku kuliah.
"Tujuan utamanya adalah tidak melahirkan pengangguran baru setelah lulus," tegasnya.
Ia mendorong perguruan tinggi mengintegrasikan literasi keuangan sejak awal masa perkuliahan, sekaligus mengoptimalkan program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Seminar tersebut turut dihadiri Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Blitar Sri Wahyuni, Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Anjik Sudiyantoro, Kapolres Blitar AKBP Rivanda, Kokarum 511 Kodim 0808/Blitar Kapten Inf. Budiyanto, serta Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH. Muqorrobin.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengajak generasi muda untuk memiliki mentalitas entrepreneur dan berani menetapkan target keuangan secara bertahap.
"Mengejar Rp100 juta pertama itu susah, Rp1 miliar pertama super susah. Tapi semua ada tahapannya. Mulai dengan menetapkan prioritas keluarga dan siapkan tabungan masa depan agar kita tumbuh menjadi generasi yang sukses," pesannya.
Melalui penguatan koperasi dan pemberdayaan generasi muda, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat dimulai dari desa, sehingga manfaat pembangunan dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.(AS/BN).
_-_Copy.png)








_(1).png)

