Terkini
- Bank Jakarta Borong Tiga Penghargaan Infobank-MRI 2026, Bukti Layanan Nasabah Makin Prima
- Relawan Kesehatan Indonesia Dampingi Pasien Asam Lambung ke IGD RS Polri
- Gempa Kembar Guncang Venezuela, 188 Orang Tewas dan 1.520 Terluka
- SBAI-FBTPI-KPBI Serukan Mobilisasi Besar, Kecam Dugaan Union Busting
- Rekan Indonesia Bongkar 6 Kelemahan RUU HAM, Ini Usulan Lengkapnya
- Rekan Indonesia Dukung RUU HAM, Dorong Penguatan Hak Atas Kesehatan
- Bom Waktu Ekonomi 2026: Ancaman Nyata Badai PHK Massal
- Resmikan Ribuan Kilometer Jalan Daerah, Prabowo Siapkan Dukungan Infrastruktur Sampai Desa
- Era AI dan Krisis Kepercayaan Jadi Sorotan Utama SILAT APIK PTMA 2026 di Jakarta
- Kapan Kita Pergi Umroh, Nek? Derita Korban Penipuan Biro Perjalanan Umroh.
Gempa Kembar Guncang Venezuela, 188 Orang Tewas dan 1.520 Terluka

Keterangan Gambar : Gempa Kembar Guncang Caraca, Venezuela
Bernusa.com.CARACAS – Venezuela dilanda gempa kembar dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,2 dan M 7,5 yang mengguncang wilayah barat ibu kota Caracas pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 188 orang dan menyebabkan 1.520 lainnya mengalami luka-luka. Proses pencarian dan penyelamatan korban masih terus berlangsung.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa besar itu terjadi hanya dalam selang waktu kurang dari satu menit. Pusat gempa berada di dekat wilayah Morón, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Guncangan kuat dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Caracas, La Guaira, Miranda, Aragua, Carabobo, dan Falcón.
Wilayah La Guaira dilaporkan menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Ratusan bangunan dilaporkan runtuh, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi dan menghabiskan malam di ruang terbuka karena khawatir akan gempa susulan.
Otoritas Venezuela telah menetapkan status darurat nasional guna mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Sejumlah negara juga menyatakan kesiapan untuk mengirimkan bantuan serta tim penyelamat guna membantu penanganan pascagempa.
Hingga Jumat (26/6/2026), tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya operasi pencarian.
_-_Copy.png)







_(1).png)

