- Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar Menggelar Diskusi Bulanan Perdana Dan Temu Media Dalam Rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
Menkop Tegaskan Kopdes Merah Putih Sebagai Jembatan Pemasaran Produk Womenpreneur

Keterangan Gambar : Menkop Ferry di sela sela acara Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (4/2).
BERNUSA COM, Jakarta – Ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2026, kembali menjadi sorotan dengan hadirnya produk kriya dan kerajinan tangan dari para pengusaha perempuan (womenpreneur). Melalui dukungan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, karya-karya tersebut kini memiliki jalur pemasaran yang lebih luas dan terstruktur.
Pameran yang digelar di Jakarta Convention Center pada 4-8 Februari 2026 ini menampilkan ribuan produk kriya, mulai dari batik, tenun, anyaman, hingga kerajinan kayu. Kehadiran womenpreneur menjadi daya tarik tersendiri karena menegaskan peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif berbasis desa.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi ajang Inacraft 2026 dan mengatakan bahwa ajang ini dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa produk kriya Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk global. Menurutnya pameran ini membuka ruang kolaborasi yang lebih lebar antara pemerintah, pengusaha khususnya perempuan untuk mendukung agar produk kriya perempuan bisa menembus pasar global.
Baca Lainnya :
- Wamenkop Ajak Koperasi Jasa TC Invest sebagai Penguat Ekosistem Baru Koperasi Bersama Kopdes0
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Lapangan Kerja Bagi Generasi Muda0
- Menkop Tekankan Koperasi Pesantren Dapat Menjadi Kakak Asuh bagi Koperasi Desa Merah Putih0
- Menkop Ferry - IKOPIN Dukung Program Nasional Kopdes Merah Putih 0
- Kemenkop Jalin Kerjasama Lintas Lembaga, Bangun Ekosistem Usaha Rakyat Berdaya Saing0
"Kami di Kementerian Koperasi siap mendukung koperasi-koperasi dari pengusaha-pengusaha, womenpreneur dan Inacraft. Ini ajang yang paling keren, dan banyak diikuti oleh peserta maupun pengunjung," kata Menkop Ferry usai menghadiri pembukaan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (4/2).
Acara pembukaan Inacraft turut dihadiri Pembina Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih Selvi Ananda, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Helvi Moraza, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) Muchsin Ridjan serta para pengurus dan anggota Seruni Kabinet Merah Putih
Menkop Ferry menegaskan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih siap menampung dan membantu memasarkan produk-produk kerajinan agar tidak hanya berhenti di pameran saja. Dengan jaringan gerai ritel yang luas, Kopdes Merah Putih dapat menjembatani womenpreneur dapat bertemu dengan konsumen hingga ke pelosok desa.
"Kita mempersilahkan produk-produk dari Inacraft ini juga dijual di koperasi-koperasi, termasuk di koperasi desa kelurahan merah putih. Justru itu yang bagus," ucapnya.
Menkop memandang bahwa pemberdayaan masyarakat khususnya womenpreneur perlu untuk ditingkatkan karena perannya terhadap perputaran ekonomi cukup signifikan. Oleh karena itu produk kriya dan kerajinan dari pengusaha perempuan harus mendapat ruang pemasaran yang berkelanjutan termasuk melalui Kopdes Merah Putih.
Kehadiran koperasi juga memberi kepastian bagi womenpreneur untuk terus berproduksi. Dengan adanya jalur distribusi yang jelas, mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka lapangan kerja baru di desa.
"Kami di Kementerian Koperasi siap untuk membantu, mendorong, supaya Womenpreneur ini juga bisa punya badan usaha yaitu koperasi," kata Menkop.(AS/BN).
_-_Copy.png)









_(1).png)
