- FSPMKI dukung pemogokan dokter Spesialis di Belu NTT : Bupati Belu jangan Baper !
- Mendag Busan Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu di Gresik: Perkuat Ekonomi Rakyat Berbasis Wisata dan Budaya
- PRSI Audiensi dengan BRIN, Perkuat Arah dan Kolaborasi Nasional
- Robotika untuk Negeri Hadir di Padang, Cetak Generasi Inovator dari MAN 1 Kota Padang
- Pengamat Sebut Posisi AS dan Israel Terdesak, Iran Pegang Kendali di Selat Hormuz.
- Terungkap! Kisah Perselingkuhan Suami dalam, Dalam Sujudku, Istri Pilih Bersujud di Tengah Luka
- Ketergantungan Impor Picu Krisis Plastik, Pemerintah Dorong Bioplastik Lokal
- Langkah Nyata Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi di Mimika
- Perang Timur Tengah dan Perebutan Energi Dunia
- Kowapta Soroti Kinerja Jakpro: Ambisi Besar Dinilai Tak Sejalan dengan Akuntabilitas
Wamenkop Ajak Koperasi Jasa TC Invest sebagai Penguat Ekosistem Baru Koperasi Bersama Kopdes

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Koperasi Jasa Tri Capital Investama
BERNUSA.COM, Jakarta - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Koperasi Jasa Tri Capital Investama (TC Invest) dengan tema One Direction, One Commitment, One Growth, di The Tribrata, Sutasoma Hotel & Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).
Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Henny Navilah, Perwakilan dari Kementerian UMKM, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan CEO Asian Development Bank Institute Prof.Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ketua Koperasi Jasa Tri Capital Investama Dr. Iqbal Alan Abdullah, serta para pengurus dan anggota yang datang dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Wamenkop mengajak kepada koperasi yang sudah eksisting untuk mendukung dan berkolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sehingga Wamenkop berharap Koperasi Jasa Tri Capital Investama turut menyambut kehadiran 83 ribu kopdes, dan bersama-sama menjadi ekosistem koperasi yang ada di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Manfaatkan AI hingga IoT, BRI Life Dinobatkan sebagai Perusahaan Asuransi Digital Terbaik 20250
- BNI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat Agen46, Apresiasi Kinerja Terbaik di SPEKTA 20250
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Lapangan Kerja Bagi Generasi Muda0
- BNI dan PBSI Antar 25 Atlet Terbaik Tampil di Indonesia Masters 20260
- BNI Dukung Indonesia Masters 2026, Hadirkan Transaksi Non Tunai di Area Turnamen0
“Saya selalu menekankan, Pak Menteri Koperasi juga menyampaikan bahwa kehadiran 83 ribu koperasi desa Merah Putih ini jangan pernah dianggap menjadi pesaing baru bagi koperasi eksisting. Tapi, bayangkanlah Kopdes Merah Putih menjadi penguat ekosistem baru di koperasi,” ujar Wamenkop.
Wamenkop menambahkan sedang mendesain bagaimana terbangun ekosistem antara koperasi simpan pinjam yang sudah ada itu bisa simultan dan bisa menjadi penyalur ke koperasi atau unit usaha simpan pinjam yang ada di desa tersebut. “Makanya kita membutuhkan koperasi-koperasi simpan pinjam yang eksisting agar sama-sama simultan dan berkolaborasi,” ujar Wamenkop.
Wamenkop berharap koperasi-koperasi existing bisa menjadi kakak asuh, terutama yang koperasi simpan pinjam itu bisa menjadi penghubung atau mitra dengan koperasi atau unit simpan pinjam di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Wamenkop menambahkan, saat ini, berdasarkan data Kementerian Koperasi, terdapat lebih dari 130 ribu koperasi di Indonesia dengan jumlah anggota puluhan juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi rakyat, apabila dikelola secara profesional dan modern.
“Saya mencermati bahwa Koperasi Jasa Tri Capital Investama telah mengembangkan usaha di berbagai bidang strategis, mulai dari simpan pinjam dan layanan keuangan, hingga sektor riil seperti peternakan, perumahan, pendidikan, serta travel haji dan umrah. Ini merupakan langkah positif dalam menjawab kebutuhan anggota. Saya berharap koperasi eksisting seperti Koperasi Jasa Tri Capital Investama dapat menjadi contoh koperasi sukses di Indonesia,” papar Wamenkop.
Sementara itu, Ketua Koperasi Jasa Tri Capital Investama Iqbal Alan Abdullah mengatakan TC Invest adalah lembaga keuangan berbasis teknologi 4.0 (digital). Telah berdiri sejak 2016. “Tahun 2016 kami berdiri, Saat itu masih menjalankan bisnis secara konvensional. Tahun 2025, kami memiliki 31 kantor layanan,” ucap Iqbal.
Iqbal memaparkan pertumbuhan aset juga cukup bagus. “Di saat pandemi pertumbuhan aset kami 2020 itu kurang lebih sekitar 31 persen. Pada tahun 2021 pertumbuhan aset 51 persen. Ini dibuktikan dengan jumlah anggota sampai akhir tahun.(AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)


.jpg)