- Jelang Hari Anak Nasional, Ghost Buzzer Tawarkan Hiburan Keluarga dengan Nuansa Horor Edukatif
- Ketum Skiber Nyatakan Sikap Siap Mendukung Dan Mengawal Program Prabowo-Gibran Hingga Akhir Masa Jabatan 2029
- RISNU: Khitanan Massal di Ikuti 40 Anak Dari Berbagai Wilayah Sekitar Kalibata
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Gurudin Kalibata
- PDMI Desak Kepastian Hukum bagi 1.023 Dokter Muda Retaker UKMPPD
- Wamenaker dan Desk Ketenagakerjaan Mabes Polri Tangani Sengketa PHK PT Amos Indah Indonesia.
- Acara Wisuda dan Rekreasi Renang PAUD Melati 08 Kalibata Berlangsung Ceria
- AHWA Jangan Kehilangan Ruh! PWNU DKI Serukan Kembali ke Qanun Asasi NU
- Pelibatan TNI Hadang Mahasiswa Demonstrasi Kemunduran Negara Demokrasi, KAMDAGRI Tanggung Jawab POLRI
- Gugum A. Ramdhani: Kesederhanaan Ali Khamenei Menjadi Teladan Kepemimpinan
RISNU: Khitanan Massal di Ikuti 40 Anak Dari Berbagai Wilayah Sekitar Kalibata
Hakikat Gempita Muharram, yaitu syiar yang menghadirkan manfaat, pendidikan, dan persaudaraan

Keterangan Gambar : Peserta Sunatan Masal RISNU Kalibata
BERNUSA.COM: Jakarta- Selain pawai obor, rangkaian Gempita Muharram 1448 H juga dilanjutkan dengan kegiatan Khitanan Massal pada Selasa (16/6/2026) yang diikuti oleh 40 anak dari berbagai wilayah sekitar Kalibata dan Pancoran. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian umat sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dalam momentum Tahun Baru Islam.
Pembina RISNU sekaligus penggagas (Insiator) awal kegiatan Gempita Muharram sejak tahun 2015, Ust. Ahmad Bahroini, menjelaskan bahwa Gempita Muharram lahir dari keinginan untuk menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan pendidikan umat.

Baca Lainnya :
Menurutnya, Muharram merupakan bulan yang mulia dan menjadi bulan pertama dalam sistem penanggalan Hijriah. Karena itu, kedatangannya hendaknya dimaknai bukan sekadar pergantian angka tahun, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan diri.
"Muharram adalah bulan yang mulia. Datangnya tahun baru Hijriah hendaknya kita maknai sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah, serta memotivasi diri untuk meraih prestasi yang lebih baik pada tahun yang akan datang," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konsep Gempita Muharram sejak awal dirancang agar mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
"Karena itu kegiatan yang kami hadirkan tidak hanya satu bentuk. Ada kegiatan untuk anak-anak sebagai calon generasi masa depan, ada ruang bagi para pemuda sebagai simbol kekuatan umat dan bangsa saat ini, ada kegiatan yang melibatkan para orang tua sebagai pilar keluarga dan masyarakat, serta ada dukungan dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat yang bersama-sama membangun semangat kebersamaan. Inilah hakikat Gempita Muharram, yaitu syiar yang menghadirkan manfaat, pendidikan, dan persaudaraan," jelasnya.

Panitia berharap seluruh rangkaian Gempita Muharram 1448 H dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan berlangsungnya rangkaian kegiatan tersebut, jamaah Masjid Jami Nurul Hidayah menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh sukacita, semangat persaudaraan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.
_-_Copy.png)








_(1).png)

