- Heikal Safar Sampaikan Sebanyak 373 Pengurus Taman Iskandar Muda Periode 2026-2030. Telah Resmi Dilantik
- Tekan Angka Kecelakaan, Polda Jabar Gencarkan Operasi Patuh Lodaya 2026
- Membangun Kepercayaan di Tengah Pertumbuhan Ekonomi AI Indonesia
- Pertamina Foundation Hadirkan Daycare Bumi Patra Simprug, Wujudkan Lingkungan Kerja Ramah Keluarga
- BRI BO Yogyakarta Cik Ditiro Hadirkan BRICafe, Layanan Perbankan dan Kafe dalam Satu Ruang
- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
RISNU: Khitanan Massal di Ikuti 40 Anak Dari Berbagai Wilayah Sekitar Kalibata
Hakikat Gempita Muharram, yaitu syiar yang menghadirkan manfaat, pendidikan, dan persaudaraan

Keterangan Gambar : Peserta Sunatan Masal RISNU Kalibata
BERNUSA.COM: Jakarta- Selain pawai obor, rangkaian Gempita Muharram 1448 H juga dilanjutkan dengan kegiatan Khitanan Massal pada Selasa (16/6/2026) yang diikuti oleh 40 anak dari berbagai wilayah sekitar Kalibata dan Pancoran. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian umat sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dalam momentum Tahun Baru Islam.
Pembina RISNU sekaligus penggagas (Insiator) awal kegiatan Gempita Muharram sejak tahun 2015, Ust. Ahmad Bahroini, menjelaskan bahwa Gempita Muharram lahir dari keinginan untuk menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan pendidikan umat.

Baca Lainnya :
Menurutnya, Muharram merupakan bulan yang mulia dan menjadi bulan pertama dalam sistem penanggalan Hijriah. Karena itu, kedatangannya hendaknya dimaknai bukan sekadar pergantian angka tahun, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan diri.
"Muharram adalah bulan yang mulia. Datangnya tahun baru Hijriah hendaknya kita maknai sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah, serta memotivasi diri untuk meraih prestasi yang lebih baik pada tahun yang akan datang," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konsep Gempita Muharram sejak awal dirancang agar mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
"Karena itu kegiatan yang kami hadirkan tidak hanya satu bentuk. Ada kegiatan untuk anak-anak sebagai calon generasi masa depan, ada ruang bagi para pemuda sebagai simbol kekuatan umat dan bangsa saat ini, ada kegiatan yang melibatkan para orang tua sebagai pilar keluarga dan masyarakat, serta ada dukungan dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat yang bersama-sama membangun semangat kebersamaan. Inilah hakikat Gempita Muharram, yaitu syiar yang menghadirkan manfaat, pendidikan, dan persaudaraan," jelasnya.

Panitia berharap seluruh rangkaian Gempita Muharram 1448 H dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan berlangsungnya rangkaian kegiatan tersebut, jamaah Masjid Jami Nurul Hidayah menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh sukacita, semangat persaudaraan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.
_-_Copy.png)









_(1).png)
