- Angkat Jejak Sejarah Jalan Pos dan KAA, Bandung Siapkan Forum Kota Pusaka Indonesia 2027
- Meneladani Akhlak Nabi untuk Jakarta yang Beradab dan Indonesia yang Bersatu
- Analisa KOMRAD 98, 27 Agustus 2026: Menanti Gelombang Besar Perlawanan Masyarakat.
- Teh Java Preanger Dilirik Investor Belanda di KKI 2026
- Wali Kota Munjirin Tinjau Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati, Dorong Penataan Kawasan
- Mengenal Joe Thunder, Sang \"Seribu Wajah\" Yang Menjadi Mentor Di Balik Layar Magis Indonesia
- Gus Ipul Pastikan Kemensos Tangani Korban Kebakaran Kampung Adat Sade
- Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, Ancaman Penyakit Mulai Mengintai Pengungs
- 1.660 Warga Ramaikan Fun Run HUT RI di Jakarta Barat
- Bangkit dari Mati Suri, Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
RISNU: Khitanan Massal di Ikuti 40 Anak Dari Berbagai Wilayah Sekitar Kalibata
Hakikat Gempita Muharram, yaitu syiar yang menghadirkan manfaat, pendidikan, dan persaudaraan

Keterangan Gambar : Peserta Sunatan Masal RISNU Kalibata
BERNUSA.COM: Jakarta- Selain pawai obor, rangkaian Gempita Muharram 1448 H juga dilanjutkan dengan kegiatan Khitanan Massal pada Selasa (16/6/2026) yang diikuti oleh 40 anak dari berbagai wilayah sekitar Kalibata dan Pancoran. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian umat sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dalam momentum Tahun Baru Islam.
Pembina RISNU sekaligus penggagas (Insiator) awal kegiatan Gempita Muharram sejak tahun 2015, Ust. Ahmad Bahroini, menjelaskan bahwa Gempita Muharram lahir dari keinginan untuk menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan pendidikan umat.

Baca Lainnya :
Menurutnya, Muharram merupakan bulan yang mulia dan menjadi bulan pertama dalam sistem penanggalan Hijriah. Karena itu, kedatangannya hendaknya dimaknai bukan sekadar pergantian angka tahun, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan diri.
"Muharram adalah bulan yang mulia. Datangnya tahun baru Hijriah hendaknya kita maknai sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah, serta memotivasi diri untuk meraih prestasi yang lebih baik pada tahun yang akan datang," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa konsep Gempita Muharram sejak awal dirancang agar mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
"Karena itu kegiatan yang kami hadirkan tidak hanya satu bentuk. Ada kegiatan untuk anak-anak sebagai calon generasi masa depan, ada ruang bagi para pemuda sebagai simbol kekuatan umat dan bangsa saat ini, ada kegiatan yang melibatkan para orang tua sebagai pilar keluarga dan masyarakat, serta ada dukungan dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat yang bersama-sama membangun semangat kebersamaan. Inilah hakikat Gempita Muharram, yaitu syiar yang menghadirkan manfaat, pendidikan, dan persaudaraan," jelasnya.

Panitia berharap seluruh rangkaian Gempita Muharram 1448 H dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan berlangsungnya rangkaian kegiatan tersebut, jamaah Masjid Jami Nurul Hidayah menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah dengan penuh sukacita, semangat persaudaraan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.
_-_Copy.png)









_(1).png)
