11 Bulan Menunggu Operasi, Rekan Indonesia Soroti Lambannya Pelayanan di RSCM

By Goenk1975 31 Jul 2026, 16:18:06 WIB Kesehatan
11 Bulan Menunggu Operasi, Rekan Indonesia Soroti Lambannya Pelayanan di RSCM

Keterangan Gambar : Pelayanan RSCM Lamban


Bernusa.com. Jakarta – Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) menyoroti dugaan lambannya penanganan pasien yang telah menunggu jadwal operasi tumor tulang di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) selama sekitar 11 bulan.

Ketua Kolektif Pimpinan Daerah (KPD) Rekan Indonesia Jakarta Utara, Eka Syukraeni, mengatakan pihaknya menerima laporan dari seorang warga Koja, Jakarta Utara, Heni Anggraini (54), yang mengaku telah menderita tumor tulang jinak selama hampir dua tahun.

"Berdasarkan pendampingan yang kami lakukan, pasien menyampaikan bahwa setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di RSCM sekitar 11 bulan lalu, dokter memutuskan pasien memerlukan tindakan operasi. Namun hingga saat ini pasien mengaku belum memperoleh jadwal operasi," kata Eka Syukraeni di Jakarta, Jumat.

Baca Lainnya :

Menurut Eka, selama menunggu kepastian tindakan medis tersebut kondisi pasien justru semakin memburuk. Pasien telah beberapa kali menjalani perawatan di RS Pelabuhan akibat nyeri hebat pada lutut yang mengalami tumor, serta rutin menjalani kontrol setiap dua pekan.

Selain itu, pasien juga telah menjalani CT Scan ulang di RSCM pada Juni 2026 dan kemudian dirujuk untuk menjalani pemeriksaan MRI serta biopsi di RS Cempaka Putih. Seluruh pemeriksaan tersebut telah diselesaikan sesuai arahan dokter.

"Hari ini kami kembali menerima laporan bahwa Ibu Heni harus dibawa ke RS Pelabuhan karena nyeri pada lutut yang terkena tumor sudah sangat berat. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami," ujarnya.

Eka menilai pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang telah diputuskan membutuhkan operasi, harus mengedepankan kepastian waktu agar tidak menimbulkan penderitaan berkepanjangan.

"Kami memahami RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional memiliki beban pelayanan yang sangat tinggi. Namun pasien juga berhak memperoleh kepastian mengenai tahapan pengobatan yang harus dijalani. Jangan sampai pasien terus menunggu tanpa kepastian, sementara kondisi kesehatannya semakin menurun," katanya.

Atas laporan tersebut, Kolektif Pimpinan Daerah (KPD) Rekan Indonesia Jakarta Utara telah meneruskan kasus ini kepada Kolektif Pimpinan Wilayah (KPW) Rekan Indonesia DKI Jakarta dan Kolektif Pimpinan Nasional (KPN) Rekan Indonesia agar dilakukan advokasi dan koordinasi dengan pihak terkait guna membantu percepatan penanganan pasien.

Eka berharap RSCM dapat memberikan penjelasan mengenai status penanganan pasien serta, apabila secara medis telah memenuhi persyaratan, segera menjadwalkan tindakan operasi.

"Kami tidak bermaksud menyalahkan pihak mana pun. Yang kami dorong adalah adanya kepastian pelayanan bagi pasien agar memperoleh haknya atas layanan kesehatan yang cepat, transparan, dan sesuai kebutuhan medis. Harapan kami, kondisi pasien menjadi perhatian sehingga penanganan yang dibutuhkan dapat segera diberikan," ujar Eka.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak RSCM terkait alasan belum dijadwalkannya operasi terhadap pasien tersebut.