- Perkuat Inovasi dan Layanan Digital, Bank Raya Perluas Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
- Ilhamsyah Buka Suara di Rakernas Jarnasindo: Indonesia Emas 2045 Harus Berpihak pada Rakyat dan Buruh
- Berikut Panduan Praktis Memulai Usaha bagi Pemula
- Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan AgenBRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo
- KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
- Gods within Her: Generasi Muda Vietnam di Tengah Milan Fashion Week
- Kementerian UMKM dan Barantin Berkolaborasi Permudah Akses Pasar Ekspor UMKM
- Dokter Citra Poerwa: Stres Finansial Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik dan Mental
- Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
- Jakarta Financial Festival 2026 Sukses, 1.000 Rekening Baru Dibuka
Pasien Bayi Kembali Dirawat di NICU Usai Operasi, Rekan Indonesia Sumsel Soroti Pelayanan Kesehatan

Keterangan Gambar : Miftahul Firdaus, Ketua KPW Rekan Indonesia Sumsel
Bernusa.com. PALEMBANG – Seorang pasien bayi bernama Shanum Kyara Anjani kembali mendapatkan perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang setelah menjalani operasi lanjutan yang merupakan tindakan operasi ketiga, Senin (13/7/2026). Sebelumnya, pihak keluarga sempat menyampaikan permohonan agar bayi tersebut dapat dipindahkan ke ruang NICU karena merasa trauma setelah menjalani perawatan lebih dari sepekan di ruang neonatus.
Berdasarkan informasi yang diterima, operasi lanjutan telah dilaksanakan pada pagi hari dan kondisi pasien kemudian dipindahkan kembali ke ruang NICU untuk mendapatkan perawatan intensif sesuai kebutuhan medis. Tindakan operasi tersebut ditangani oleh dr. Salita sebagai dokter bedah yang menangani pasien.
Ketua KPW Rekan Indonesia Sumatera Selatan, Miftahul Firdaus atau yang akrab disapa Avir, mengapresiasi langkah cepat yang akhirnya dilakukan sehingga pasien kembali memperoleh perawatan di ruang NICU. Menurutnya, kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi keluarga sekaligus mendukung proses pemulihan pasien.
Baca Lainnya :
- Rekan Indonesia Dukung Usulan Kenaikan Dana Operasional RT, RW, Dawis, dan Posyandu0
- Satpam Tumbang Usai Jaga Malam, Keluarga Panik Karena BPJS Tak Aktif, Rekan Indonesia Tangsel Turun Tangan0
- Relawan Kesehatan Indonesia Dampingi Pasien Asam Lambung ke IGD RS Polri0
- Rekan Indonesia Bongkar 6 Kelemahan RUU HAM, Ini Usulan Lengkapnya0
- Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat0
"Alhamdulillah, kami mengapresiasi pihak rumah sakit yang telah menempatkan kembali pasien di ruang NICU setelah operasi ketiga dilakukan. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan bayi menjadi prioritas utama dan keluarga mendapatkan kepastian mengenai proses penanganan yang sedang dijalankan," ujar Avir.
Namun demikian, Avir menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari kualitas komunikasi dan pendampingan kepada keluarga pasien.
"Ketika keluarga sampai menyampaikan rasa trauma terhadap ruang perawatan sebelumnya, itu harus menjadi bahan evaluasi. Rumah sakit perlu membangun komunikasi yang lebih empatik, memberikan penjelasan medis secara utuh, dan memastikan keluarga merasa didengar selama proses pengobatan berlangsung," katanya.
Menurut Avir, fasilitas kesehatan rujukan tertinggi di Sumatera Selatan memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan pasien dan keluarganya.
"Kami berharap pelayanan kesehatan di Sumatera Selatan terus berbenah. Persoalan pelayanan sering kali bukan semata soal fasilitas atau tenaga medis, tetapi juga bagaimana sistem mampu merespons keluhan masyarakat secara cepat, transparan, dan manusiawi. Kepercayaan publik akan tumbuh apabila setiap keluhan dijadikan bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai gangguan," tegasnya.
Rekan Indonesia Sumatera Selatan, lanjut Avir, akan terus menjalankan fungsi pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan, sekaligus mendorong terciptanya sistem pelayanan publik yang semakin responsif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang mengenai perpindahan pasien ke ruang NICU maupun tanggapan atas aspirasi yang disampaikan keluarga pasien.
_-_Copy.png)









_(1).png)
