- Satpam Tumbang Usai Jaga Malam, Keluarga Panik Karena BPJS Tak Aktif, Rekan Indonesia Tangsel Turun Tangan
- Pemilik SPPG Dan Dapur MBG Jangan Ganggu Presiden Evaluasi Total MBG.
- Tak Hanya Cantik, 10 Finalis Miss Jakarta Fair 2026 Tunjukkan Bakat dan Kepercayaan Diri
- Bank Jakarta Borong Tiga Penghargaan Infobank-MRI 2026, Bukti Layanan Nasabah Makin Prima
- Relawan Kesehatan Indonesia Dampingi Pasien Asam Lambung ke IGD RS Polri
- Gempa Kembar Guncang Venezuela, 188 Orang Tewas dan 1.520 Terluka
- SBAI-FBTPI-KPBI Serukan Mobilisasi Besar, Kecam Dugaan Union Busting
- Rekan Indonesia Bongkar 6 Kelemahan RUU HAM, Ini Usulan Lengkapnya
- Rekan Indonesia Dukung RUU HAM, Dorong Penguatan Hak Atas Kesehatan
- Bom Waktu Ekonomi 2026: Ancaman Nyata Badai PHK Massal
Satpam Tumbang Usai Jaga Malam, Keluarga Panik Karena BPJS Tak Aktif, Rekan Indonesia Tangsel Turun Tangan

Keterangan Gambar : Sulsitiyo saat mendampingi warga
Bernusa.com. TANGERANG SELATAN – Nasib nahas menimpa Sahrul Bakri, seorang petugas keamanan (sekuriti) di salah satu kafe di Tangerang Selatan. Usai menjalani tugas jaga malam, Sahrul mendadak pingsan akibat serangan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Insan Permata untuk mendapatkan pertolongan medis.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/6/2026). Menurut keterangan keluarga, Sahrul baru saja pulang bekerja ketika tiba-tiba kondisinya menurun hingga tidak sadarkan diri. Keluarga yang panik kemudian segera membawa Sahrul ke rumah sakit.
Namun, di tengah kondisi darurat itu, keluarga dihadapkan pada persoalan lain. BPJS Ketenagakerjaan milik Sahrul diketahui belum aktif, sehingga keluarga khawatir pengobatan yang dibutuhkan tidak dapat berjalan dengan lancar.
Baca Lainnya :
- Pemilik SPPG Dan Dapur MBG Jangan Ganggu Presiden Evaluasi Total MBG.0
- Relawan Kesehatan Indonesia Dampingi Pasien Asam Lambung ke IGD RS Polri0
- Rekan Indonesia Bongkar 6 Kelemahan RUU HAM, Ini Usulan Lengkapnya0
- Rekan Indonesia Dukung RUU HAM, Dorong Penguatan Hak Atas Kesehatan0
- Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.0
Dalam situasi penuh kepanikan tersebut, keluarga akhirnya meminta bantuan Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia untuk melakukan pendampingan.
Ketua KPD Rekan Indonesia Tangerang Selatan, Sulistiyo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga pasien.
"Begitu menerima informasi, kami segera melakukan pendampingan agar pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Jangan sampai masyarakat kesulitan berobat hanya karena terkendala administrasi," ujar Sulistiyo, Sabtu (27/6/2026).
Ia menjelaskan, setelah dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga, Rekan Indonesia membantu proses pendaftaran BPJS Mandiri agar keberlangsungan pengobatan Sahrul dapat terjamin.
Menurut Sulistiyo, kasus yang dialami Sahrul menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan aktif, terutama para pekerja yang bergantung pada kepesertaan dari tempat kerja.
"Kesehatan adalah hak setiap warga negara. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan status kepesertaan BPJS dalam kondisi aktif. Jika mengalami kendala, Rekan Indonesia siap hadir untuk mendampingi," tegasnya.
Selain mendampingi proses pengobatan, Rekan Indonesia juga turut membantu keluarga yang saat ini sedang mengurus proses perpindahan administrasi kependudukan dari Jawa Tengah ke Tangerang Selatan.
Kehadiran Rekan Indonesia dalam kasus ini kembali menunjukkan pentingnya solidaritas sosial di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kondisi darurat kesehatan.
_-_Copy.png)







_(1).png)

