- Infrastruktur Terus Dikebut, TMMD Depok Optimistis Selesai Tepat Waktu
- RSUD Tarakan Menuju 39 Tahun: Menguat di Tengah Lonjakan Layanan Kesehatan Ibu Kota
- Makalah Sedekah dan Hibah Tugas Kampus Alhikmah Jakarta
- Menhan Sjafrie Menerima Kunjungan Pejabat Baru dari Kedubes Palestina, Perkuat Kerja Sama
- Kado Bulan K3, Menaker Gratiskan Pembinaan Ahli K3 Umum
- Kemnaker Siapkan Penguatan Hubungan Industrial 2026: Kerja Tenang, Usaha Pasti
- Belum Genap 2 Bulan, Jalan Aspal BKKD Rp1,8 Miliar di Desa Ngampal Sumberrejo Bojonegoro Sudah Tambal Sulam
- Menkop: Ekspor Manggis Oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm Bukti Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- August PSI Kritik Langkah Pramono Impor 3.100 Sapi Dari Australia
- Relawan ILS Berencana Menambal Jalan Berlubang di Kemasan Krian
BNI Gelar RUPSLB 15 Desember 2025, Perkuat Tata Kelola dan Kesiapan Hadapi 2026

Keterangan Gambar : BNI gelar RUPSLB 15 Desember 2025
BERNUSA.COM, Jakarta, – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2025 sebagai langkah strategis memperkuat arah kebijakan, struktur tata kelola, serta kesiapan Perseroan menghadapi tahun buku 2026.
RUPSLB yang diselenggarakan secara daring tersebut dipimpin oleh Komisaris Utama BNI Omar Sjawaldy Anwar dan dihadiri jajaran Dewan Komisaris serta Direksi, termasuk Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan.
Putrama menyampaikan bahwa seluruh keputusan yang diambil dalam RUPSLB merupakan bagian dari upaya memastikan tata kelola BNI tetap selaras dengan dinamika regulasi serta mendukung kelancaran eksekusi strategi bisnis ke depan.
Baca Lainnya :
- BNI Gandeng Uwais Pictures, Film Timur Siap Ramaikan Bioskop Nasional0
- Dengan Dukungan BNI, Sean Gelael Siap Hadapi Tantangan Baru di ALMS 0
- Transformasi Digital FMCG, BNI Perkenalkan Smart Receivables dan Supply Chain Financing0
- Perkuat Ekosistem UMKM, BNI Dianugerahi Kolaborator Entrepreneur Hub 20250
- BNI Tunjukkan Kinerja Pelaporan Kelas Dunia, Diganjar Dua Penghargaan di ARA 20240
“RUPSLB ini memastikan seluruh aspek tata kelola BNI tetap sejalan dengan perkembangan regulasi dan mendukung kesiapan operasional Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis tahun mendatang,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis.
Perubahan Anggaran Dasar dan RKAP 2026
Dalam agenda pertama, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, termasuk penyesuaian tata kelola pengawasan oleh Holding Operasional sesuai amanat Undang-Undang BUMN Tahun 2025.
Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, sebagaimana tertuang dalam Surat Nomor 23/BPU/10/2025 tertanggal 28 Oktober 2025.
Agenda kedua RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan terkait penyusunan dan pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Langkah ini diambil guna mempercepat proses perencanaan dan memastikan kesiapan operasional Perseroan memasuki tahun buku berikutnya.
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pengkinian dokumen Recovery Plan 2025/2026 sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan regulator sekaligus penguatan perencanaan keberlanjutan operasional BNI.
Perubahan Jajaran Komisaris
Pada agenda terakhir, RUPSLB mengukuhkan pemberhentian Suminto sebagai anggota Dewan Komisaris BNI seiring penugasannya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ex-officio Kementerian Keuangan sejak Oktober 2025.
“Masa jabatan Bapak Suminto sebagai Komisaris Perseroan berakhir sejak 8 Oktober 2025 dan pengukuhan pemberhentiannya ditetapkan dalam RUPS Luar Biasa ini,” jelas Putrama.
Seiring dengan pemberhentian tersebut, RUPSLB menyetujui pengangkatan Febrio Nathan Kacaribu sebagai Komisaris BNI menggantikan Suminto. Febrio saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan.
Kinerja Keuangan Tetap Solid
Di tengah dinamika ekonomi global, BNI mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III 2025. Hingga akhir September 2025, penyaluran kredit BNI mencapai Rp812 triliun, tumbuh 10,5% secara tahunan (YoY) dengan pertumbuhan yang seimbang di seluruh segmen bisnis.
Kredit korporasi tumbuh 12,4% YoY menjadi Rp451 triliun, segmen menengah meningkat 14,3% YoY menjadi Rp120 triliun, dan UMKM non-KUR naik 13,9% YoY menjadi Rp46 triliun. Sementara segmen konsumer tumbuh 9,6% YoY menjadi Rp150,2 triliun.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 21,4% YoY menjadi Rp934,3 triliun, didukung pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 13,3% YoY menjadi Rp613,4 triliun.
Transformasi digital juga terus menunjukkan hasil positif. Aplikasi wondr by BNI telah digunakan oleh 10,5 juta pengguna dengan total 866 juta transaksi senilai Rp783 triliun. Sementara platform BNIdirect membukukan nilai transaksi Rp8.080 triliun, tumbuh 26,7% YoY.
“Kami optimistis penguatan tata kelola dan transformasi berkelanjutan ini akan semakin memperkokoh posisi BNI sebagai bank yang sehat, kompetitif, dan mampu memberikan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Putrama.
Dengan penguatan tata kelola melalui RUPSLB serta kinerja keuangan yang tetap solid, BNI menegaskan kesiapan Perseroan menghadapi tantangan bisnis tahun 2026, sekaligus memperkuat kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan. (AS/BN).
_-_Copy.png)






_(1).png)

.jpg)

